Ketua Hanura Palu Maju ke DPRD Provinsi

oleh -
Foto bersama usai pengambilan formulir Bacaleg oleh Ridwan Basatu bersama rombongan, Rabu (22/03). (FOTO: media.alkhairaat.id/Hamid)

PALU – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kota Palu, Ridwan Basatu, mengambil formulir bakal calon legislatif (bacaleg) di Kantor DPD Hanura Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (22/03).

Kedatangan rombongan Ketua DPC Hanura Kota Palu tersebut diterima Ketua Tim Seleksi Penjaringan (TSP) DPD Hanura Sulteng, Sidin Senta.

Sidin mengatakan, pihaknya membuka ruang bagi para kader yang ingin mendaftar sebagai bacaleg, tentunya yang memenuhi segala persyaratan.

“Kalau jumlah pendaftar melebihi kuota, maka TSP DPD akan melakukan survei di lapangan,” katanya.

Sidin berterina kasih kepada segenap pengurus DPC yang begitu antusias mengikuti pendaftaran.

“Ini adalah gambaran dalam upaya kita untuk terus bergandengan tangan memajukan Partai Hanura di Provinsi Sulteng,” jelasnya.

Sidin mengajak kepada seluruh kader Hanura untuk solid dan berkompetisi untuk meraih simpati dan dukungan masyarakat seluas-luasnya.

“Proses ini akan dilaksanakam sesuai dengan prosedur dan juknis yang ada. Ini yang pertama kalinya pengambilan formulir ramai seperti ini,” katanya.

Ketua DPC Partai Hanura Kota Palu, Ridwan Basatu, mengatakan, kedatangan dirinya bersama rombongan adalah sebagai bentuk kekompakan dan semangat dalam mewujudkan kemajuan Partai Hanura.

“Hari ini saya didampingi Sekretaris DPC, Ketua dan Sekretaris TSP DPC dan sejumlah pengurus DPC lainnya, termasuk enam ketua PAC,” katanya.

Lebih lanjut Ridwan mengatakan, pada Pileg 2024 mendatang, pihaknya menargetkan merebut dua kursi DPRD Provinsi Sulteng dari Dapil Kota Palu.

Anggota DPRD Kota Palu Dapil Palu Selatan-Tatanga itu mengaku bahwa pihaknya di DPC Hanura Kota Palu juga terbuka dalam penjaringan bacaleg. Namun demikian tetap dilakukan survei seperti yang dilakukan Hanura Sulteng.

Ridwan berpesan kepada seluruh kader yang akan berkompetisi pada pileg mendatang agar dapat menyiapkan diri, termasuk siap menerima hasil yang ditetapkan nantinya.

“Sebagai kader setia, kita harus siap menerima kondisi apapun. Kalau dalam proses survei ternyata kita dianggap belum lolos, maka itu adalah konsekuensi yang harus kita terima dengan hati terbuka,” tutupnya.

Reporter : Hamid
Editor : Rifay