Iklan-Promosi_1024-x-625-Pixel  Iklan-Yamaha-16-x-10-Cm_1024-x-625-Pixel

Dalam Islam seorang pemimpin adalah abdi atau pelayan bagi semua orang. Menjadi pegabdi  baik pemimpin perusahaan, masyarakat, keluarga, maupun negara. Dalam sebuah ungkapan, dikatakan, ”Sayyid al-Qawm khaadimuhu.” (Pemimpin sebuah kaum adalah pelayan bagi kaumnya).

Tidak asing bagi kita  mendengar kata “berkorban”. Namun kata itu acapkali mengandung beban. Biasanya yang terbayang adalah kesulitan,  merugikan, menyakitkan dan berbagai perasaan lain yang tidak menyenangkan.

Imam al-Baihaqi dalam kitab Itsbat ‘Adzab al-Qabr wa Sual al-malakain meriwayatkan sebuah nasehat berharga dari seorang tokoh sahabat Rasulullah SAW, Abu Ad-Darda’ tentang bagaimana gambaran alam kubur.

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam kitabnya Adabul Mufrad ini menunjukkan betapa mulianya berbakti kepada ibu dan ayah. Berbakti kepada keduanya merupakan amal saleh yang setingkat di bawah penyembahan kepada-Nya.

Hidayah atau petunjuk sejatinya menjadi sesuatu yang sangat didambakan oleh setiap Muslim. Hal itu ditunjukkan dengan bacaan surah al- Fatihah yang selalu diulang-ulang oleh umat Islam di dalam shalat.

Hakikat sederhana untuk meraih cinta Allah adalah melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Ibarat seseorang yang mencintai lawan jenis, ia harus menunjukkan cintanya dengan bergegas dan terbukti nyata yang masuk akal.

Apa makna malu kepada Allah?  Dijelaskan oleh nabi besar Muhammad  SAW dalam haditsnya; Orang yang benar-benar malu kepada Allah adalah dengan memelihara kepalanya dan isi kepalanya”. Maknanya adalah menjaga pikiran kita dari hal-hal yang tidak pantas kita pikirkan.

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda: Setiap anak Adam sering melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah orang yang bertaubat (kembali kepada kebenaran)” (HR Ahmad, At Tirmizy, Ibnu Majah, dan dishohihkan oleh Al Hakim).