PALU – Pihak Universitas Tadulako (Untad) dan mahasiswa menggelar dialog terbuka untuk membahas sejumlah isu kampus, termasuk kebijakan pemeriksaan kesehatan bagi mahasiswa baru yang dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian, Kamis (30/4).
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Rektorat Untad tersebut dihadiri jajaran pimpinan universitas serta perwakilan mahasiswa dari Majelis Mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas. Forum ini menjadi ruang komunikasi langsung untuk menampung aspirasi sekaligus memberikan penjelasan atas kebijakan yang diterapkan kampus.
Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah pandangan terkait kewajiban pemeriksaan kesehatan, transparansi pelaksanaan, hingga dampak kebijakan bagi mahasiswa baru, khususnya mereka yang berasal dari luar daerah.
Terkait hal tersebut, Rektor Untad, Prof. Amar, menjelaskan bahwa kebijakan pemeriksaan kesehatan merupakan prosedur akademik yang umum diterapkan di berbagai perguruan tinggi. Langkah ini, bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan mahasiswa sejak awal, mendukung keselamatan akademik, serta mempermudah penanganan medis apabila diperlukan di kemudian hari.
Rektor menegaskan bahwa kampus selalu membuka ruang dialog dalam setiap kebijakan yang menimbulkan dinamika di lingkungan akademik.
“Setiap kebijakan selalu kami sampaikan melalui ruang komunikasi agar dapat dipahami bersama,” ujarnya.
Rektor juga menambahkan bahwa mahasiswa dari luar daerah tidak diwajibkan datang lebih awal hanya untuk pemeriksaan kesehatan, dan dapat melakukannya saat sudah berada di kampus pada kegiatan akademik awal.
Selain itu, rektorat menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan dilakukan di fasilitas Rumah Sakit Untad untuk menjaga validitas data medis serta mendukung integrasi layanan kesehatan mahasiswa.
“Dialog ini diharapkan dapat meredakan kesalahpahaman yang berkembang sekaligus memperkuat hubungan antara mahasiswa dan pihak rektorat dalam pengelolaan kebijakan kampus ke depan,” ucap Rektor.
Dalam forum tersebut, mahasiswa juga menyampaikan harapan agar sosialisasi kebijakan kampus dapat diperkuat, termasuk terkait skema asuransi kecelakaan mahasiswa dan akses informasi yang lebih transparan. Pihak kampus menyatakan siap menindaklanjuti masukan tersebut dengan memperluas kanal komunikasi resmi agar informasi dapat tersampaikan lebih efektif kepada mahasiswa.

