PALU – DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menyoroti potensi dampak konflik global di kawasan Timur Tengah terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan daerah.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD, Elisa Bunga Allo, usai mengikuti apel gelar pasukan yang digelar Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), di halaman Mapolda, Selasa (28/04).

Anggota DPRD, Elisa Bunga Allo, menilai bahwa eskalasi konflik internasional, termasuk yang melibatkan Iran dan negara-negara besar lainnya, tidak bisa dipandang sebagai isu yang jauh dari daerah.

Menurutnya, dampak konflik global justru berpotensi dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama melalui tekanan pada sektor energi dan perekonomian.

“Kita harus menyadari bahwa konflik global hari ini bukan lagi sesuatu yang jauh. Dampaknya bisa langsung terasa, terutama pada harga energi dan stabilitas ekonomi daerah,” ujar Elisa.

Ia menjelaskan, terganggunya jalur distribusi minyak dunia, termasuk di kawasan strategis seperti Selat Hormuz, dapat memicu kenaikan harga energi yang berimbas pada biaya hidup masyarakat.

Dalam konteks tersebut, Elisa menekankan pentingnya kesiapan daerah tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga dalam menjaga daya tahan ekonomi masyarakat.

“Kesiapsiagaan daerah bukan hanya soal keamanan, tetapi juga bagaimana kita memastikan masyarakat tetap terlindungi dari dampak ekonomi yang bisa muncul,” tegasnya.

Kegiatan apel gelar pasukan yang diinisiasi Polda Sulteng tersebut, lanjutnya, menjadi simbol pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi situasi yang tidak menentu.

Apel ini dipimpin oleh Wakapolda Sulteng dan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk perwakilan pemerintah provinsi, TNI, Pengadilan Tinggi, serta Badan Narkotika Nasional (BNN).

Elisa juga menegaskan bahwa DPRD akan terus mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan, guna menjaga stabilitas wilayah sekaligus memastikan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan.

“Kami di DPRD mendukung penuh langkah-langkah antisipasi yang dilakukan aparat. Yang terpenting adalah masyarakat tetap merasa aman dan roda ekonomi tidak terganggu,” pungkasnya. ***