Penanganan Stunting di Parimo Gunakan Rekomendasi Analisis Situasi

oleh -
Kabid Sosial Budaya, Bappelitbangda Parimo, Abdul Said Nurdin

PARIMO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggunakan rekomendasi hasil analisis situasi sebagai patron dalam menyusun perencanaan program kegiatan penanganan kasus kekerdilan atau stunting di daerah itu.

“Semua perencanaan program di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengacu pada rekomendasi analisis situasi yang dibuat tim akademisi Universitas Tadulako (Untad) Palu,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Sosial Budaya, Bappelitbangda Parimo, Abdul Said Nurdin, Rabu (17/02).

Ia menjelaskan, rekomendasi tersebut telah dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan perencanaan untuk penanganan kasus kekerdilan anak yang telah diprogramkan di tahun anggaran 2021-2022 hingga tahun-tahun berikutnya.

“Setiap tahun, Pemprov Sulteng melakukan penilaian di kabupaten/kota lokus program tersebut, oleh karena itu rekomendasi analisis situasi menjadi penilaian penting dalam program ini,” jelasnya.

Menurutnya, masing-masing OPD dalam menyusun rancangan kegiatan tindak lanjut, dilakukan bersama lintas sektor yang dikoordinir oleh Bappelitbangda setempat, guna mengonsolidasi rancangan rencana kegiatan untuk dibahas pada rembuk stunting nanti.

“Rencana kegiatan yang telah disepakati melalui rembuk stunting, kemudian rencana kegiatan direalisasikan melalui program/kegiatan tahun berjalan,” ucapnya.

Ia menambahkan, pada kajian akademis terdapat 14 poin rekomendasi analisis situasi yang wajib dijalankan, salah satunya menyelenggarakan pelatihan melaksanakan aksi konvergensi atau integrasi.

“Keberhasilan Parigi Moutong menekan angka kasus kekerdilan anak hingga 12 persen dalam kurun waktu tiga tahun terakhir mengacu pada rekomendasi hasil analisis,” tutupnya.

Reporter : Mawan
Editor : Rifay