DONGGALA – Kabupaten Donggala saat ini masih menghadapi berbagai tantangan dalam penanganan stunting, terutama dari aspek tata kelola, koordinasi, anggaran, data, dan komitmen.
Untuk itu, diperlukan penanganan secara serius dan penekanan pada perencanaan yang mendukung langkah-langkah konkret dalam menangani stunting secara langsung di masyarakat.
Hal tersebut ia sampaikan Wakil Bupati Donggala, Taufik M Burhan, saat membuka rapat evaluasi pelaksanaan pencegahan dan percepatan penurunan stunting Tahun 2025 serta Perencanaan Konvergensi Tahun 2026, Senin (04/05).
Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Donggala, Ketua DPRD Kabupaten Donggala, Mohamad Yasin Lataka, serta para kepala OPD, camat, dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Donggala.
“Saya berharap seluruh intervensi tahun 2026 tidak hanya meningkatkan capaian angka, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan perilaku, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta penguatan ketahanan keluarga,” katanya.
Wabup Taufik menekankan agar hasil rapat tersebut juga harus ditindaklanjuti tidak hanya di tingkat kabupaten tetapi juga di tingkat kecamatan maupun desa.
“Saya mengajak kita semua untuk menjadikan rapat hari ini sebagai wadah untuk berdiskusi secara terbuka, menyampaikan capaian, kendala, dan solusi,” ucapnya.
Wabup Taufik menyampaikan, komitmen dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam penanganan stunting.
Dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja bersama, ia meyakini Donggala mampu mencapai target percepatan penurunan stunting sesuai arah kebijakan nasional. ***

