MOROWALI – Masa purna bakti Hi. Abdul Wahid Hasan tidak hanya menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang sebagai aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga momentum refleksi bagi Pemerintah Kabupaten Morowali dalam menyiapkan regenerasi birokrasi dan menjaga semangat pengabdian kepada masyarakat.
Pesan tersebut mengemuka dalam acara purna bakti Abdul Wahid Hasan yang digelar di Aula Kantor Bupati Morowali, Selasa (2/6).
Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas, Wakil Ketua I DPRD Morowali Ihwan Mohammad Thaiyeb, jajaran pejabat pemerintah daerah, serta sejumlah tamu undangan.
Mewakili Bupati Morowali, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Taher mengatakan purna bakti bukan sekadar akhir masa tugas seorang ASN, melainkan bentuk penghargaan atas dedikasi dan tanggung jawab yang telah dijalankan selama bertahun-tahun dalam melayani masyarakat.
Menurutnya, perjalanan karier Abdul Wahid Hasan mencerminkan nilai-nilai profesionalisme, loyalitas, dan integritas yang menjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Pengabdian yang telah diberikan menjadi teladan bagi ASN lainnya, khususnya generasi muda yang saat ini menjadi bagian dari birokrasi Pemerintah Kabupaten Morowali,” ujar Taher saat membacakan sambutan Bupati Morowali.
Pemerintah daerah menilai pengalaman dan kontribusi yang diberikan selama masa tugas tidak hanya membantu jalannya roda pemerintahan, tetapi juga ikut mendukung berbagai upaya peningkatan pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Taher menegaskan bahwa tantangan birokrasi ke depan semakin kompleks sehingga diperlukan ASN yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga semangat pengabdian yang kuat sebagaimana ditunjukkan oleh para pegawai senior yang memasuki masa purna bakti.
Sementara itu, Abdul Wahid Hasan menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk mengabdi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Morowali hingga memasuki masa pensiun.
Ia mengenang berbagai pengalaman dan tantangan yang dihadapi selama menjalankan tugas sebagai ASN.
Menurutnya, keberhasilan dalam menjalankan amanah tidak terlepas dari dukungan pimpinan daerah, rekan kerja, dan seluruh pihak yang selama ini bekerja bersama dalam membangun Morowali.
Abdul Wahid juga berharap nilai-nilai kebersamaan, integritas, dan dedikasi yang selama ini dijaga dapat terus menjadi budaya kerja di lingkungan pemerintahan daerah. *

