PALU, MAL – Bank Indonesia (BI) kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut. Kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T), termasuk di Sulawesi Tengah.

Muhamad Irfan Sukarna, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, menjelaskan kerja sama ini menjaga kedaulatan negara dari aspek ekonomi dan keuangan. Tujuannya memastikan masyarakat di pulau terpencil mendapatkan layanan penukaran uang layak edar.

“Bank Indonesia bertugas menyediakan uang rupiah layak edar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah kepulauan yang sulit dijangkau. Karena kami tidak memiliki infrastruktur transportasi laut sendiri, distribusi dilakukan melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Laut menggunakan kapal KRI. Program ini telah berjalan sejak 2012,” kata Muhamad Irfan Sukarna, usai pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Pelabuhan Loji, Parigi Moutong, Selasa.

Pada pelaksanaan ERB 2026, BI menyiapkan uang layak edar sebesar Rp12,24 miliar, naik 16 persen dari tahun sebelumnya. Ekspedisi kali ini melayani empat wilayah kepulauan, yakni Pulau Wakai, Wakatobi, Salakan (Kabupaten Banggai Kepulauan), dan Pulau Bokang.

Selain penukaran uang, masyarakat juga mendapat edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah) serta layanan kesehatan. Layanan tambahan ini menjadi bagian dari ERB tahun ini untuk menjangkau lebih luas.

Bank Indonesia menyatakan, masyarakat di wilayah kepulauan masih sangat membutuhkan uang tunai layak edar. Meski transaksi non-tunai terus didorong, kebutuhan uang tunai di daerah terpencil tetap tinggi dan vital bagi ekonomi lokal.

“Pembayaran non-tunai tetap kami galakkan, tetapi uang tunai tetap dibutuhkan masyarakat. Mereka sangat mengharapkan penggantian uang lusuh dengan uang baru, sehingga layanan ini tidak hanya tersedia di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau wilayah terpencil,” ujar Irfan.

Sekitar 15 pegawai dari berbagai kantor perwakilan BI diterjunkan dalam program ERB ini. Mereka berasal dari Sulawesi Tengah, Kantor Pusat BI, Kalimantan Barat, Bengkulu, Bali, Maluku Utara, Papua Barat, dan sejumlah daerah lain, bekerja sama menyukseskan misi ini.

Distribusi uang layak edar oleh BI tidak hanya melalui ERB. Untuk daratan, BI mengoperasikan kas keliling dan kas titipan bersama perbankan di Poso, Tolitoli, Morowali, Luwuk, serta Pasangkayu, Sulawesi Barat, yang berada dalam wilayah layanan Kantor Perwakilan BI Sulawesi Tengah.

Distribusi ke pulau terluar tetap mengandalkan dukungan armada TNI Angkatan Laut karena keterbatasan sarana transportasi laut yang dimiliki BI. Kerja sama ini memungkinkan jangkauan layanan hingga ke pelosok nusantara.

Keberhasilan program ini diukur dari menurunnya jumlah uang lusuh di masyarakat. Tim BI dari kantor pusat memantau evaluasi pelaksanaan ERB di berbagai daerah, memastikan tujuan tercapai.

Mengenai uang emisi lama, BI menjelaskan penarikan dilakukan bertahap sesuai ketentuan. Setiap pecahan memiliki masa edar yang panjang dan tidak langsung ditarik setelah emisi baru terbit. Pencabutan dan penarikan uang selalu sesuai kebijakan resmi Bank Indonesia.