PALU, MAL – Warga Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, digegerkan dengan peristiwa pembunuhan yang diduga dilakukan seorang karyawan rumah potong ayam berinisial AA (33) terhadap rekan kerjanya beserta keluarga, Ahad (26/7) sekitar pukul 22.00 Wita.

Korban dalam peristiwa tersebut adalah pasangan suami istri dan seorang anak balita berusia dua tahun. Suami dan anaknya meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara istri korban mengalami luka berat dan masih sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah untuk mendapatkan pertolongan dan perawatan.

Salah seorang saksi sekaligus tetangga korban, Bahtiar (49), mengaku pertama kali mengetahui kejadian itu saat hendak beristirahat. Ia mendengar suara tangisan perempuan dari arah rumah potong ayam.

“Awalnya saya kira suara kuntilanak karena terdengar seperti tangisan perempuan. Setelah saya cari sumber suaranya, ternyata terdengar orang menangis dan meminta tolong dari dalam rumah potong ayam. Saya juga sempat mendengar pelaku meminta istri korban untuk diam  dan menyuruh menghentikan tangisan anaknya,” ujar Bahtiar kepada wartawan, Senin (27/7).

Curiga telah terjadi sesuatu, Bahtiar berusaha masuk dengan mendobrak pintu besi rumah tersebut. Setelah beberapa kali mencoba, pintu akhirnya berhasil dibuka.

Saat masuk ke dalam rumah, Bahtiar mendapati korban, suami dan anak balitanya telah meninggal dunia. Sementara istri korban masih dalam keadaan sadar dan sempat menyebut identitas pelaku.

“Korban sempat mengatakan kepada saya bahwa pelakunya adalah AA (nama diinisialkan) yang juga bekerja di rumah potong ayam ini. Dia juga bilang pelaku melarikan diri lewat jendela belakang rumah,” ungkapnya.

Bahtiar kemudian mengecek bagian belakang rumah, namun pelaku sudah berhasil kabur melalui jendela di lantai dua. Ia selanjutnya menghubungi Ketua RT dan Babinsa setempat untuk melaporkan kejadian tersebut.

Menurut Bahtiar, pasangan suami istri itu baru sekitar dua pekan menempati rumah yang berada di kawasan rumah potong ayam tersebut. Mereka merupakan karyawan yang ditempatkan di lokasi itu oleh pemilik usaha.

Dari informasi yang diperoleh Bahtiar dari pemilik rumah potong ayam, kedua karyawan tersebut sebelumnya memang kerap berselisih paham.

“Menurut pak Haji, bos pemilik usaha, mereka sering bertengkar dan saling melapor. Selama ini beliau tidak pernah berpihak selalu netral. Diduga pelaku menyimpan dendam hingga akhirnya nekat melakukan pembunuhan,” katanya.

Terduga pelaku diketahui merupakan warga Kelurahan Pengawu dan dikabarkan masih tinggal bersama kedua orang tuanya.

Sementara itu, tetangga korban lainnya, Donny, mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar teriakan perempuan dari arah rumah potong ayam.

“Berdasarkan informasi yang saya dengar, pelakunya adalah sesama karyawan rumah potong ayam,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Polisi telah memasang garis polisi (police line) di lokasi kejadian dan menghentikan sementara aktivitas rumah potong ayam untuk kepentingan penyelidikan.