PALU, MAL – Untuk pertama kalinya sejak tragedi berdarah yang merenggut nyawa suami dan anaknya, Nurhanisa akhirnya menceritakan detik-detik saat dirinya berhadapan langsung dengan pria yang diduga menjadi pelaku pembunuhan di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.
Perempuan yang selamat dari serangan tersebut mengaku mengenali sosok yang datang membawa dua bilah pisau. Dalam kesaksiannya, ia meyakini pria itu adalah AK, terduga pelaku yang hingga kini masih diburu aparat kepolisian.
Pengakuan Nurhanisa disampaikan dalam wawancara yang diunggah melalui akun Facebook Ufi Julianiti. Saat itu, ia masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Palu setelah sempat berada dalam kondisi kritis akibat luka tusuk.
Nurhanisa mengisahkan, malam itu ia sempat keluar kamar untuk buang air kecil. Saat kembali, ia melihat seseorang berada di sekitar tempat penggilingan ayam sebelum akhirnya mengenali wajah pria tersebut.
“Saya kencing, pas saya keluar kayak ada orang di tempat penggilingan. Tidak lama itu langsung muncul Aan. Saya langsung teriak, ‘Ngapain kamu?’ Dia cuman bilang diam kamu,” ungkapnya.
Melihat pria itu terus mendekat sambil menggenggam dua bilah pisau, Nurhanisa memilih masuk ke kamar karena ketakutan. Namun pelaku diduga mengejarnya hingga ke dalam rumah.
“Saya takut karena lihat Aan bawa dua pisau. Pisau dari kandang pemotongan ayam. Dia pegang tangan saya lalu langsung menikam saya,” tuturnya.
Meski mengalami luka, Nurhanisa mengaku masih berusaha mencari telepon genggam untuk meminta pertolongan kepada keluarganya. Upaya itu tidak berhasil karena teleponnya tidak ditemukan.
Tak lama kemudian, seorang tetangga datang setelah mendengar suara dari dalam rumah.
“Saya bilang, ‘Tolong Pak, saya habis ditusuk, tidak bisa bangun.’ Dia kemudian merusak gembok dan masuk menolong saya,” katanya.
Diketahui, tragedi tersebut mengakibatkan suami Nurhanisa, Jamil, dan anak mereka yang masih berusia dua tahun meninggal dunia. Sementara Nurhanisa berhasil diselamatkan dan kini berangsur pulih setelah menjalani perawatan intensif.
Sebelumnya, Satreskrim Polresta Palu menyatakan telah mengantongi identitas terduga pelaku berinisial AK.
Polisi juga mengungkap bahwa korban dan terduga pelaku merupakan rekan kerja di tempat pemotongan ayam serta tidak memiliki hubungan keluarga. Hingga kini, aparat masih melakukan pengejaran untuk mengungkap motif pembunuhan tersebut.
