SALAKAN, MAL — Pelaksanaan Reuni SMPN 1 Tinangkung lintas angkatan 1983–2025 berlangsung meriah yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-43 sekolah tersebut di halaman SMP Negeri 1 Tinangkung, Sabtu (07/11).
Agenda bertajuk silaturahmi ini dihadiri sekitar 900 alumni dari berbagai generasi guna mempererat persaudaraan.
Salah satu kelompok yang mencuri perhatian adalah Alumni Angkatan 2000 yang dikenal dengan sebutan Alumni Tektonik.
Sebanyak 70 orang dari angkatan ini hadir pada Reuni SMPN 1 Tinangkung untuk menunjukkan solidaritas meski telah puluhan tahun meninggalkan bangku sekolah di Kabupaten Banggai Kepulauan.
Nama Alumni Tektonik sendiri merujuk pada peristiwa gempa dahsyat yang mengguncang wilayah Salakan menjelang ujian akhir sekolah mereka tahun 2000 silam.
Para siswa saat itu terpaksa belajar dan mempersiapkan diri di lokasi pengungsian demi menyelesaikan pendidikan di tengah keterbatasan.
“Nama Alumni Tektonik mengingatkan kami pada sebuah masa yang penuh perjuangan. Ketika hendak menghadapi ujian akhir sekolah, kami harus melewati peristiwa gempa tektonik yang dahsyat di wilayah Banggai Kepulauan,” kata Bayu Akbar Sipatu, Ketua Alumni Angkatan 2000.
“Ini merupakan momentum yang sangat istimewa bagi kami dalam Reuni SMPN 1 Tinangkung tahun ini. Kehadiran teman-teman menjadi bukti bahwa ikatan persaudaraan dan kecintaan terhadap almamater masih tetap terjaga,” tambah Bayu yang juga menjabat sebagai Ketua DPD KNPI Banggai Kepulauan.
Acara ini juga diisi dengan jalan sehat, pemotongan tumpeng sebagai syukur atas usia sekolah yang ke-43, serta berbagai perlombaan. Reuni SMPN 1 Tinangkung diharapkan menjadi modal sosial untuk memajukan kualitas pendidikan dan menjaga nama baik almamater di masa depan. ***
