PALU, MAL – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, melantik 11 kepala sekolah dasar (SD) dan menengah pertama (SMP) di lingkungan Pemerintah Kota Palu.

Pelantikan ini berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Palu pada Sabtu (6/6), sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purna bakti.

Pelantikan ini meliputi 11 kepala sekolah yang akan memimpin satuan pendidikan di Kota Palu, yakni:

  • Kepala SMP Negeri 11 Palu
  • SD Negeri 5 Kayumalue Ngapa
  • SD Inpres 1 Lolu
  • SD Negeri Lasoani
  • SD Inpres 5 Taipa Laga
  • SD Inpres 1 Birobuli
  • SD Inpres 2 Lolu
  • SD Inpres 12 Baiya
  • SD Negeri 11 Palu
  • SD Inpres 2 Lasoani
  • SD Inpres Palupi

Dalam sambutannya, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid terlebih dahulu menyampaikan penghargaan kepada para ASN yang memasuki masa pensiun. Ia menekankan bahwa para purna bakti tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar Pemerintah Kota Palu.

“Meskipun telah memasuki masa purna bakti, mereka tetap merupakan bagian dari keluarga besar ASN Pemerintah Kota Palu. Hubungan baik yang selama ini terjalin harus tetap dipertahankan,” kata Hadianto Rasyid.

Kepada para kepala sekolah yang baru dilantik, Hadianto menegaskan bahwa proses seleksi dan penetapan dilakukan secara objektif, transparan, dan bebas dari segala bentuk intervensi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap meritokrasi dalam pengangkatan jabatan strategis.

“Yang bapak ibu raih hari ini adalah buah dari kerja keras dan hasil penilaian yang baik. Tidak ada intervensi apa pun, baik yang bersifat material maupun hal-hal lainnya. Hasil ini murni karena kemampuan dan kompetensi bapak ibu sekalian,” tegas Wali Kota Palu.

Ia mengingatkan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan pemimpin tertinggi di lingkungan sekolah yang memiliki tanggung jawab besar dalam membina seluruh warga sekolah.

Menurutnya, kepala sekolah harus mampu menjadi pembina bagi diri sendiri, guru, peserta didik, maupun seluruh entitas yang ada di sekolah.

“Kepala sekolah adalah top manager. Bapak ibu akan diuji melalui jabatan yang diemban hari ini. Bangun komunikasi yang baik dan kekeluargaan dengan seluruh guru tanpa mengesampingkan profesionalitas kerja,” ujarnya.

Wali Kota Hadianto juga meminta para kepala sekolah menghindari sikap arogan, represif, dan otoriter dalam menjalankan tugas. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik dengan seluruh warga sekolah.

“Pastikan komunikasi dengan seluruh guru dan murid terbangun dengan baik. Lihat seluruh siswa seperti anak kandung sendiri. Jangan membeda-bedakan mereka, baik yang memiliki kemampuan akademik tinggi maupun yang masih membutuhkan pendampingan. Berikan kasih sayang, penguatan, dan pendampingan yang baik,” pesan Hadianto.

Selain itu, Hadianto mengingatkan pentingnya menghormati seluruh pihak yang berkontribusi terhadap perkembangan sekolah, termasuk masyarakat yang telah menghibahkan lahan demi terselenggaranya layanan pendidikan.

Ia menyoroti sejarah pembangunan banyak sekolah di kota itu.

“Jangan sampai kita melupakan sejarah. Banyak sekolah di Kota Palu berdiri di atas tanah hibah masyarakat yang berharap pendidikan dapat berjalan dengan baik di wilayah mereka,” kata Wali Kota.

Dalam kesempatan itu, Hadianto juga memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dia meminta seluruh kepala sekolah mengelola dana tersebut secara cerdas, transparan, dan akuntabel.

“Pengelolaan BOS selalu menjadi catatan dalam berbagai evaluasi. Karena itu saya minta agar dana BOS dikelola dengan berkualitas dan penuh tanggung jawab. Jangan menerapkan manajemen satu arah. Libatkan seluruh unsur sekolah dalam mengidentifikasi masalah, mengambil keputusan, dan melaksanakan program,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menginstruksikan seluruh sekolah untuk mulai menerapkan program tabungan pelajar dengan nominal Rp2.000 per hari bagi setiap siswa.

Program ini bertujuan menanamkan budaya menabung sejak dini serta memberikan bekal keuangan bagi siswa setelah menyelesaikan pendidikan di sekolahnya.

“Dana itu nantinya disetorkan ke bank dan buku tabungannya diberikan kepada siswa. Tabungan tersebut dapat dicairkan setelah mereka menyelesaikan pendidikan di sekolahnya. Ini untuk mengajarkan anak-anak kita hidup hemat dan menyiapkan masa depan mereka,” jelasnya.

Hadianto menambahkan, ia akan melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah mulai Senin mendatang untuk memastikan program tersebut berjalan dengan baik. Selain budaya menabung, Wali Kota Palu juga mendorong pemanfaatan layanan Bus Transpalu oleh para pelajar.

“Anak-anak kita tidak disarankan menggunakan kendaraan pribadi. Bus Transpalu masih sangat efektif dan gratis bagi para pelajar. Mari manfaatkan fasilitas ini,” katanya.

Tak kalah penting, Hadianto juga meminta seluruh sekolah membangun budaya hidup bersih dan disiplin melalui berbagai program kebersihan lingkungan sekolah.

Menurutnya, pembentukan karakter siswa harus dimulai dari kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan kelas, sekolah, dan lingkungan sekitar.

“Dengan mengajarkan hidup bersih, kita sedang membangun mentalitas anak-anak kita. Karena itu saya berharap seluruh sekolah di Kota Palu mampu meraih predikat Sekolah Adiwiyata,” ujarnya.

Di akhir arahannya, Wali Kota Palu menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan keagamaan melalui kegiatan Imtaq setiap hari Jumat.

“Pastikan kegiatan Imtaq berjalan dengan baik setiap Jumat. Fokuskan hari Jumat sebagai hari pembinaan iman dan takwa bagi anak-anak kita. Jadikan ini sebagai momentum pembentukan karakter generasi masa depan Kota Palu,” tutup Hadianto Rasyid.

Kepada para ASN yang memasuki masa purna bakti, Wali Kota Palu kembali berpesan agar tetap menjaga hubungan baik dengan Pemerintah Kota Palu dan tidak ragu untuk terus berkontribusi melalui pengalaman serta pengabdiannya kepada masyarakat. ***