JAKARTA, MAL – Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) 2026 sedang berlangsung secara daring dan mandiri pada 20 Juli hingga 17 Agustus 2026. Program yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini melibatkan kepala satuan pendidikan dan guru dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, hingga SMK untuk memetakan kondisi lingkungan belajar sebagai dasar penyusunan Rapor Pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan.

Sulingjar merupakan instrumen untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan satuan pendidikan. Hasil survei berisi gambaran faktor input dan proses pembelajaran yang berpotensi memengaruhi hasil belajar murid. Instrumen ini bukan tes kompetensi individu guru maupun murid, melainkan alat ukur kondisi lingkungan belajar secara menyeluruh.

Pelaksanaan Sulingjar mencakup seluruh satuan pendidikan di Indonesia. Pengisian dilakukan secara individual oleh kepala sekolah dan guru setelah data divalidasi dan kartu login dicetak. Responden diminta mengisi survei sesuai kondisi yang sebenarnya berdasarkan pengalaman selama satu tahun ajaran terakhir. Data yang terkumpul selanjutnya diolah kementerian sebagai bahan penyusunan Rapor Pendidikan dan evaluasi kebijakan.

Sulingjar mengukur sembilan dimensi yang dinilai memengaruhi hasil belajar murid, yakni latar belakang sosial-ekonomi murid, kualitas pembelajaran di kelas, refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru, kepemimpinan instruksional, iklim keamanan satuan pendidikan, iklim kebinekaan, iklim kesetaraan gender, iklim inklusivitas, serta dukungan orang tua dan murid terhadap program satuan pendidikan.

Pada 2025, Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) mencatat sebanyak 186.871 satuan PAUD atau 91,72 persen dari total PAUD di Indonesia telah mengisi Sulingjar. Capaian tersebut menjadi salah satu dasar untuk meningkatkan partisipasi pada pelaksanaan tahun ini.

“Capaian ini harus kita pertahankan, bahkan harus kita tingkatkan, sehingga pada tahun 2026 ini seluruh satuan PAUD dapat berpartisipasi secara penuh,” kata Direktur PAUD, Kurniawan.

Kurniawan juga menegaskan pentingnya kualitas layanan pendidikan bagi setiap anak.

“Setiap anak berhak mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu, yang mampu menghadirkan pengalaman belajar berkualitas sehingga anak-anak dapat tumbuh cerdas, sehat, berkarakter, dan bahagia,” ujarnya.

Dalam publikasi resmi pengisian survei, responden diminta memberikan jawaban sesuai kondisi nyata di satuan pendidikan masing-masing. “Tujuan survei ini adalah untuk mengetahui kondisi lingkungan belajar di satuan pendidikan di mana Anda bertugas. Silakan mengisi survei ini sesuai dengan kondisi yang sebenarnya berdasarkan pengalaman Anda selama satu tahun ajaran terakhir,” demikian keterangan dalam publikasi tersebut.

Jadwal pelaksanaan Sulingjar 2026 berlangsung sejak 20 Juli hingga 17 Agustus 2026. Sementara itu, kartu login untuk responden disebut dapat dicetak pada 10 hingga 19 Juli 2026. Dalam panduan teknis 2026, guru wali kelas SD disebut mengisi 54 pertanyaan yang disesuaikan dengan kondisi nyata sekolah.

Pengisian survei dilakukan melalui portal resmi Sulingjar di Portal Sulingjar. Adapun pengelolaan dan pemantauan data didukung melalui Dashboard Sulingjar serta Akun SDM Kemendikbud.

Sulingjar menjadi salah satu instrumen penting pemerintah untuk memetakan mutu pendidikan secara utuh, mencakup aspek input, proses, dan lingkungan belajar. Hasilnya digunakan sebagai dasar perencanaan berbasis data oleh satuan pendidikan maupun pemerintah daerah selama periode peningkatan mutu pendidikan. ***