PALU, MAL – Tokoh pemuda Kelurahan Duyu, Andris, menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinan mendalam atas tragedi pembunuhan yang menimpa satu keluarga di Kelurahan Duyu, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (26/7) malam.
Peristiwa yang merenggut nyawa seorang ayah dan anaknya yang masih berusia sekitar dua tahun itu, menurut Andris, menjadi pukulan berat bagi masyarakat Duyu. Ia mengaku terkejut sekaligus prihatin karena tindak kekerasan tersebut terjadi di lingkungan tempat tinggalnya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga anggota DPRD Kota Palu itu berharap aparat kepolisian dapat segera menangkap pelaku agar masyarakat kembali merasa aman dan keluarga korban memperoleh keadilan.
“Saya mengajak keluarga dan seluruh warga, khususnya wilayah Duyu, untuk membantu polisi mengungkap keberadaan terduga pelaku berinisial AK,” ujar Andris, di Palu, Selasa (28/7).
Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui informasi yang dapat membantu proses pencarian pelaku.
Menurutnya, dukungan masyarakat sangat penting agar kasus tersebut dapat segera diungkap. Ia juga meminta warga tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Peristiwa ini menjadi duka bagi kita semua. Mari kita tunjukkan kepedulian kepada keluarga korban dan bersama-sama mendukung upaya pihak kepolisian dalam menangani kasus ini,” ajak Andris.
Sebelumnya, dua korban, yakni seorang ayah dan anaknya yang masih berusia sekitar dua tahun, ditemukan meninggal dunia di dalam rumah mereka di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu.
Sementara itu, sang istri berhasil selamat dari peristiwa tersebut, namun mengalami luka serius dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Palu.
Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail mengatakan aparat kepolisian masih terus memburu pelaku.
“Pelakunya masih diburu, mohon doanya agar pelaku cepat tertangkap,” kata Ismail, Senin (27/7).
Ia menjelaskan, penyidik belum dapat membeberkan motif kejadian karena proses pengejaran terhadap pelaku masih berlangsung.
“Kami belum bisa memberikan keterangan terkait motif belum diketahui karena AK belum ditangkap,” ujarnya.
Polisi memastikan penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap pelaku beserta motif di balik peristiwa yang menewaskan dua korban tersebut.
