MAKASSAR – Isu transparansi dan penguatan pengawasan sektor nikel menjadi sorotan utama dalam Forum Koordinasi DPRD Provinsi Penghasil Nikel se-Indonesia yang digelar di Makassar, Senin (02/03).
Dalam forum itu, Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Muhammad Safri, menyampaikan bahwa pembenahan sistem pengawasan dari hulu ke hilir perlu dilakukan guna mencegah potensi kebocoran penerimaan negara dan daerah.
Menurut Safri, lemahnya kontrol pada rantai produksi nikel, mulai dari penambangan hingga pengolahan, membuka peluang terjadinya selisih antara dokumen perencanaan dan realisasi produksi di lapangan.
Ia mendorong dilakukannya audit komparatif antara kuota dalam dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dengan capaian produksi riil.
Ia menilai, langkah ini penting untuk memastikan tidak ada produksi yang melampaui perencanaan tanpa pengawasan memadai.
Selain audit, forum juga merekomendasikan keterbukaan data produksi nikel secara real-time dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada pemerintah daerah.
“Tanpa akses data yang transparan, daerah kesulitan menghitung secara akurat potensi pendapatan yang seharusnya diterima,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, ia turut menyinggung persoalan Dana Bagi Hasil (DBH) nikel yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan realitas produksi di lapangan.
Daerah penghasil, kata dia, menanggung dampak sosial dan lingkungan yang signifikan, sehingga diperlukan keterbukaan dalam perhitungan skema DBH.
Tak hanya berhenti pada rekomendasi tertulis, Forum DPRD Provinsi Penghasil Nikel se-Indonesia juga berencana mengagendakan pertemuan langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.
Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan kondisi riil daerah tambang serta mendorong kebijakan nasional yang lebih berpihak pada penguatan pengawasan dan distribusi pendapatan yang adil.
Safri menegaskan, tata kelola nikel yang transparan dan akuntabel menjadi kunci untuk memastikan penerimaan negara optimal sekaligus memberikan keadilan fiskal bagi daerah penghasil.

