OLEH: Moh. Ahlis Djirimu*

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulteng merilis data kemiskinan dan ketimpangan Maret 2025. Angka kemiskinan menurun dari 11,04 persen per September 2024 menjadi 10,92 persen atau secara absolut turun 0,12 persen. Lalu menurun lagi menjadi 10,52 persen atau 345,19 ribu jiwa pada September 2025.

Jumlah penduduk miskin Sulteng pada Maret 2025 sebanyak 356,19 ribu orang atau dua kali lipat dari penduduk miskin Provinsi Sulut atau separuh dari jumlah penduduk miskin Provinsi Sulsel.

Jumlah penduduk miskin sulteng ini berkurang sebanyak 2.140 orang dibandingkan dengan kondisi September 2024.

Secara spasial, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan Sulteng pada Maret 2025 sebesar 6,98 persen, atau menurun absolut 0,36 poin jika dibandingkan dengan September 2024 sebesar 7,34 persen. Lalu menurun lagi sebesar 6,40 persen dari 76,92 ribu jiwa pada Maret 2025 menjadi 71,84 ribu jiwa pada September 2025.

Sebaliknya, persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2025 sebesar 12,93 persen meningkat dari 278,48 ribu jiwa pada September 2024 menjadi 279,27 ribu jiwa pada Maret 2025, lalu menurun sebesar 12,66 persen pada September 2025 atau berkurang sebesar 273,53 ribu jiwa.

Kenaikan sebesar 0,03 poin jika dibandingkan dengan September 2024 sebesar 12,90 persen, lalu diikuti oleh penurunan sebesar 0,27 poin pada September 2025.

Lalu Garis Kemiskinan pada Maret 2025 tercatat sebesar Rp624.854,-/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp468.788,-  atau proporsinya sebesar 75,02 persen), sebaliknya Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp156.066,- atau proporsinya 24,98 persen.

Demikian pula Garis Kemiskinan per September 2025 meningkat menjadi Rp664.691,-/kapita/bulan atau terjadi kenaikan sebesar 6,38 persen dengan komposisi relatif tak berubah yakni Garis kemiskinan Makanan di perkotaan proporsinya 73,64 persen dan Non Makanan sebesar 26,36 persen, serta di perdesaaan sebesar 75,70 persen dan 24,30 persen.