BANTEN — Sebanyak 100 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mengikuti pelatihan mengenai infrastruktur telekomunikasi dan fiber optik yang digelar PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) di TBIG Learning Centre, Karawaci, Banten.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut membekali mahasiswa dengan pengetahuan mengenai infrastruktur telekomunikasi dan fiber optik, mulai dari pengenalan perangkat, fungsi, hingga karakteristik fiber optik.
Selama pelatihan, mahasiswa mendapatkan materi teori dan praktik yang dibimbing tenaga ahli profesional TBIG. Peserta juga diperkenalkan dengan teknologi yang digunakan dalam industri telekomunikasi.
Chief of Business Support Officer TBIG, Lie Si An, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mahasiswa mengenai perkembangan teknologi infrastruktur telekomunikasi dan fiber optik.
“Melalui pelatihan ini diharapkan peserta dapat meng-upgrade keterampilan dan pengetahuan mereka mengenai teknologi terbaru di infrastruktur telekomunikasi dan fiber optik,” kata Lie Si An.
Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya TBIG memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan industri kepada mahasiswa.
“Mahasiswa perlu mendapatkan kesempatan untuk melihat dan mempraktikkan secara langsung apa yang selama ini mereka pelajari secara teori. Karena itu, selain materi teknis, kami juga memberikan pembekalan soft skill agar mereka lebih siap menghadapi dunia kerja,” ujarnya.
Lie Si An menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dapat membantu memperkecil kesenjangan antara kompetensi yang diperoleh mahasiswa di bangku pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.
Antusiasme peserta terlihat selama mengikuti rangkaian pelatihan. Atilla Pramudya Nugroho, mahasiswa Universitas Telkom Jakarta, mengatakan kegiatan tersebut memberinya wawasan baru mengenai infrastruktur telekomunikasi sekaligus memperkenalkan budaya kerja di TBIG.
“Selama mengikuti kegiatan di kantor TBIG, saya mendapatkan banyak wawasan baru mengenai infrastruktur telekomunikasi, sekaligus mengenal budaya perusahaan TBIG. Pengalaman ini sangat berkesan dan membuka wawasan saya mengenai industri telekomunikasi. Saya berharap suatu saat dapat menjadi bagian dari TBIG. Terima kasih TBIG atas kesempatan yang diberikan,” katanya.
Peserta lainnya, Evelyn Anastasia, mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia, menilai pelatihan tersebut memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai industri telekomunikasi.
“Selama mengikuti pelatihan dan kunjungan ke TBIG Lab, saya sangat antusias mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru, khususnya mengenai fiber optik, FTTH, dan teknologi pendukung lainnya. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat menarik karena kami dapat belajar secara langsung mengenai teknologi yang digunakan di industri telekomunikasi,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, TBIG berharap mahasiswa tidak hanya memahami teknologi infrastruktur telekomunikasi dan fiber optik, tetapi juga memperoleh pengalaman serta kemampuan nonteknis sebagai bekal memasuki dunia profesional.**
