Kemenkum dan HAM Sulteng Luncurkan Aplikasi Command Center

oleh -
Plt Kepala divisi keimigrasian Kemenkum dan HAM Sulteng, Agung, saat memaparkan penggunaan aplikasi command center diruang kerjanya, Senin (8/11). Foto : Ikram

PALU- Kantor Kementerian Wilayah (Kanwil) Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Divisi Keimigrasian melakukan peluncuran aplikasi “command center” sebagai pusat komando untuk memantau wilayah perairan dan daratan Sulteng. Peluncuran ini digelar di Kantor Kemenkum dan HAM Sulteng, Jalan Dewi Sartika, Kota Palu, Senin (8/11).

“Perangkat software ini dibeli sendiri, sebagai salahsatu proyek perubahan menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM),” kata Pelaksana tugas (Plt) divisi Keimigrasian Kemenkum dan HAM Sulteng, Agung, di ruang kerjanya.

Ia mengatakan, mata biasa tidak akan mungkin dapat melihat luas wilayah Sulteng 77000 km2 lautan dengan 1400 pulau.

“Maka dengan teknologi yang ada kita manfaatkan,”katanya.

Dia menyebutkan, dengan adanya pusat komando (command center), mereka bisa menggerakkan Kantor Imigrasi Palu dan Kantor Imigrasi Banggai untuk melihat keberadaan kapal kapal yang dicurigai berada di perairan Sulteng.

Dengan alat tersebut, maka akan terpantau posisi keberadaan kapal, jenis kapalnya, nama kapal, berasal dari negara mana, menuju pelabuhan tujuan, serta berat muatannya ataupun wilayah daratan belum dieksplorasi maupun dieksplorasi.

Ia menambahkan , aplikasi comand center ini baru dimiliki oleh Kantor Kemenkum dan HAM Sulteng dan Kantor Imigrasi Banggai.

Untuk mengimplementasikan peluncuran aplikasi command center, sore ini Kantor Kemenkum HAM Suteng akan melakukan operasi bersama lebih dikenal dengan Costoms, Imigration, Quarantine (CIQ) menggunakan kapal bea cukai 6002 terdiri dari Kepala BNN, Kakanwil Bea dan Cukai, Kepala Kanwil Kemenkum dan HAM Sulteng Lilik Sujandi, Imigrasi diwakili oleh Alif Suhaidi dirjen Kemenkum dan HAM menuju wilayah perbatasan perairan Negara Republik Indonesia.

Reporter: Ikram/Editor: Nanang