DONGGALA – Wakil Ketua Komisi II DPRD Donggala, Fany Sirey Mowar mengatakan program cetak sawah baru di Donggala harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia mengingatkan agar program tersebut tidak hanya menjadi proyek formalitas atau berorientasi pada keuntungan semata.

“Terkait program cetak sawah seratus hektar, kami berharap pelaksanaannya tidak sekadar mengejar target proyek, melainkan harus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (07/05).

Ia juga mengingatkan pentingnya pendekatan berbasis kearifan lokal, mengingat sebagian besar masyarakat Donggala, khususnya di Kecamatan Pinembani menganut sistem pertanian ladang berpindah.

Menurut Ketua Fraksi Gerindra tersebut, pendekatan yang sesuai dengan karakteristik lokal akan membuat program ini lebih berkelanjutan dan tidak berakhir sebagai proyek gagal.

Selain itu, Fany menekankan bahwa program cetak sawah ini harus dijalankan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, akuntabel, dan adaptif.

Ia pun menegaskan, cetak sawah baru ini tidak sekadar menjadi program jangka pendek, tetapi benar-benar menjadi fondasi bagi terwujudnya kemandirian dan ketahanan di Donggala.

“Keberhasilan program ini tidak cukup hanya diukur dari berapa hektare lahan yang berhasil dicetak, tetapi seberapa besar lahan tersebut dapat dimanfaatkan secara produktif dan berkelanjutan,” ujarnya. ***