DONGGALA – Anggota Komisi II DPRD Donggala, Bahtiar mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala segera memperbaiki bendungan yang jebol di Desa Sumari, Kecamatan Sindue.

Bahtiar mengatakan, akibat kerusakan bendungan, petani dua desa di Kecamatan Sindue, yakni Desa Sumari dan Desa Toaya terancam tidak bisa menanam padi tahun ini.

Menurutnya, keberadaan bendungan yang layak merupakan penopang utama sektor pertanian di Desa Sumari dan Desa Toaya yang mayoritas masyarakatnya bergantung pada hasil sawah.

“Bendungan ini sangat vital bagi petani,” kata Bahtiar, Jumat (08/05).

Bahtiar berharap, Pemkab Donggala segera turun tangan agar akses air kembali normal dan aktivitas pertanian tidak terganggu menjelang musim tanam berikutnya.

Bendungan di Desa Sumari, Kecamatan Sindue, hancur total akibat diterjang banjir. Kerusakan ini membuat 150 hektare sawah tidak bisa digarap.

Petugas dari Dinas PUPR Kabupaten Donggala, Arwin, menjelaskan, bendungan tersebut menjadi sumber utama pengairan bagi para petani di desa Sumari dan Desa Toaya.

Menurut dia, kerusakan bendungan ini menyebabkan petani di Desa Sumari dan Desa Toaya tidak dapat menanam padi sesuai dengan jadwal musim tanam.

Arwin menambahkan, ratusan hektar lahan persawahan di Desa Sumari dan Desa Toaya adalah sumber perekonomian masyarakat setempat.

Menurutnya, petani mengandalkan hidup dari hasil bercocok tanam padi. Arwin berharap pemerintah daerah bisa membantu membangun kembali irigasi yang rusak akibat bencana alam ini. ***