BARITO KUALA KALSEL, MAL — Sebuah helikopter Eurocopter EC225LP Super Puma milik BNPB mengalami insiden heli jatuh saat water bombing karhutla di kawasan Sungai Barito, Desa Tabatan Baru, Minggu (08/11).

Helikopter dengan nomor registrasi VH-HGM tersebut dilaporkan kehilangan kendali saat melakukan manuver pengambilan air menggunakan bambi bucket.

Peristiwa ini terjadi di wilayah Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Helikopter tersebut sedang dalam misi udara untuk menanggulangi titik api kebakaran hutan dan lahan yang marak di wilayah tersebut. Beruntung, meskipun unit heli terhempas ke perairan, seluruh kru yang berada di dalam pesawat dinyatakan selamat.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi kronologi kejadian heli jatuh saat water bombing yang melibatkan tiga orang personel penerbangan tersebut.

“Helikopter itu sedang melakukan operasi pengeboman air atau water bombing,” kata Berton SP Panjaitan, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Berton menjelaskan bahwa heli tersebut tampak mengalami gangguan stabilitas sesaat setelah mengambil air dari aliran sungai. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait penyebab heli jatuh saat water bombing, baik dari sisi teknis maupun faktor cuaca yang mungkin memengaruhi kondisi operasional di lapangan.

“Helikopter tampak kehilangan kendali saat bermanuver,” kata Berton SP Panjaitan, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Adapun identitas kru yang selamat terdiri dari dua warga negara asing, Michael John Betteridge asal Australia dan Hugh Andrew John Page asal Selandia Baru, serta satu warga negara Indonesia bernama Yayan. Ketiganya telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian dalam kondisi stabil tanpa luka serius.

Saat ini, unit helikopter Super Puma tersebut telah dipindahkan ke pinggir sungai untuk memudahkan proses investigasi lanjutan.

Operasi penanggulangan karhutla di Kalimantan dipastikan tetap berjalan meskipun terdapat insiden heli jatuh saat water bombing pada salah satu armada udara pendukungnya tersebut.