TOUNA, MAL — Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah (PD Salimah) Kabupaten Tojo Una-una (Touna) menggelar taklim rutin untuk memperkokoh Ketahanan Keluarga di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital di Kota Ampana pada Sabtu (07/11). Kegiatan bertajuk Membangun Ketahanan Keluarga di Era Digital ini memfokuskan pada pentingnya komunikasi intensif dan pendampingan penggunaan teknologi bagi anak.

Ketua PD Salimah Touna, Hijrah Hardi, S.Si., M.M., mengungkapkan bahwa program ini bertujuan membekali para orang tua agar mampu membangun rumah tangga yang harmonis. Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter keluarga harus tetap berlandaskan pada nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah guna menangkal dampak negatif modernisasi.

Hadir sebagai narasumber utama, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag., M.H., yang menekankan peran krusial keluarga sebagai fondasi utama pembentukan kualitas generasi masa depan. Sosok yang menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah ini menyoroti bagaimana kemudahan teknologi seringkali tidak dibarengi dengan kedekatan emosional antaranggota keluarga.

“Jangan sampai rumah kita memiliki jaringan internet yang kuat, tetapi hubungan antaranggota keluarga justru semakin lemah”, kata Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag., M.H., Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah.

Wiwik menjelaskan bahwa indikator Ketahanan Keluarga terlihat dari kemampuan seluruh anggota dalam mengelola sumber daya dan menyelesaikan konflik secara bersama-sama. Menurutnya, orang tua harus hadir secara penuh dengan mendengarkan pendapat anak sebelum memberikan nasihat atau penghakiman atas suatu masalah.

Terkait penggunaan gawai, para orang tua didorong untuk menyusun kesepakatan waktu bebas perangkat digital di rumah serta menerapkan pengaturan keamanan sesuai usia anak. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah paparan konten negatif sekaligus melindungi data pribadi anggota keluarga dari risiko siber.

Melalui Gerakan Pengarusutamaan Keluarga (PUK), Salimah Touna berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan pembangunan yang berbasis pada perlindungan perempuan dan anak. Penguatan Ketahanan Keluarga diharapkan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana seperti menyediakan waktu berkualitas tanpa gangguan telepon genggam setiap harinya.