Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kelurahan Talise Valangguni, Kota Palu bak meja makan raksasa kala Festival 1000 Baki resmi dibuka pada Jumat, 6/11/2026. Ragam makanan mulai dari makanan pembuka hingga makanan penutup berkumpul dalam satu nampan yang disebut baki.
Festival tahunan yang kedua kali dilaksanakan ini telah menyajikan lebih dari 1200 baki menurut perhitungan panitia.
Orang-orang dari penjuru Kota Palu dengan ragam etnis yang bertandang, ikut duduk bersilah melingkari baki-baki menunggu prosesi molabe yang berarti doa bersama dimulai.
Oleh karenanya baki-baki dalam tradisi masyarakat Kaili ini disebut baki salama. Istilah yang merujuk pada nampan berisi makanan yang hadir dalam acara selamatan.
Di dalam baki salama terdapat isian yang beragam, paling umum ditemukan hampir di setiap baki adalah pisang, paipulu (nasi pulut), telur dan kue-kue tradisional lainnya berkumpul bersama lauk-pauk lainnya.
Panitia pelaksana festival telah menentukan isi kudapan dalam baki salamah setidaknya harus berisi pisang, nasi pulut, telur rebus dan 7 kue manis tradisional. Sisanya warga bisa menentukan pilihan lauk pauk sendiri.
Pilihan ragam pangan ini bukan tanpa alasan, pangan yang disediakan dalam baki salama dekat dengan hasil bumi maupun kepercayaan masyarakat sekitar.
Tokoh Adat Talise Valangguni, Moh. Ridsan tradisi ini mempertemukan kebiasaan masyarakat sekitar dengan nilai-nilai Islam.
“Ada telur disini sebagaimana ada telur di perayaan maulid, pisang itu hampir ada disetiap selamatan lantaran dalam literatur yang saya baca—pisang disebut sebagai buah-buahan yang ada di surga ( yang bertandan-tandan), ada nasi pulut yang saling menempel artinya persatuan antar warga, sementara kue-kue manis simbol kemanisan hati”, kata Ridsan penuh semangat.
Meski demikian, tidak semua baki harus terlihat persis sama. Beberapa warga menambahkan makanan lain sesuai hasil bumi maupun hasil usaha mereka. Bahkan, di kawasan Kompleks Jawa, terdapat warga yang turut menyajikan aneka gorengan.
“Kita beragam dalam satu baki”, kata Ridsan menambahkan.
Talise Valangguni adalah kelurahan ke 46 yang telah diresmikan sejak 2015 sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Palu no 12 pada Tahun 2014. Festival 1000 baki salamah mengilhami perayaan hari jadi kelurahan yang berasal dari nama tanaman akar kuning itu.
Moment Pengunjung Mengenal Jajanan Tradisional
Bila mengunjungi festival sudah tentu kuliner menjadi suatu kekhasan tuan rumah, demikianlah dengan Festival 1000 Baki Salamah.
Namun kekhasan tersebut sulit ditentukan dengan banyaknya makanan tradisional yang tersedia.
Kudapan tradisional seperti gogos, nasi pulut ketan hitam, cucuru, onde-onde, telur ayam kampung, paipulu (nasi ketan), katrisolo dll.
Adalah jenis kudapan yang tidak banyak tersedia di pasar. Namun, di acara ini dapat dinikmati secara gratis. Selain itu, pengunjung dapat membawa pulang makanannya yang tidak habis disantap. Mun
