PALU, MAL — Pemerintah Kota Palu resmi melakukan penutupan sementara akses Jembatan Gantung Maesa-Nunu guna melaksanakan pengerjaan perbaikan pada bagian lantai jembatan yang sudah mengalami kerusakan cukup serius.
Langkah ini diambil untuk menghindari potensi kecelakaan bagi pengendara roda dua yang kerap melintasi jalur tersebut. Kondisi lantai Jembatan Gantung Maesa-Nunu saat ini dilaporkan banyak memiliki lubang yang membahayakan keselamatan publik.
Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu, Aris, membenarkan bahwa saat ini akses jalan tersebut telah ditutup total untuk umum.
“Kondisi lantainya yang terbuat dari besi sudah banyak yang berlubang, sehingga akan diganti,” kata Aris kepada Media Alkhairaat, Rabu (04/11).
Aris menjelaskan bahwa material lantai pengganti tetap akan menggunakan spesifikasi plat besi yang sama dengan konstruksi sebelumnya untuk menjaga kekuatan jembatan.
“Jadi untuk bahannya tetap menggunakan plat besi, masih sama,” ujarnya.
Pemerintah Kota Palu menargetkan seluruh proses pengerjaan lantai Jembatan Gantung Maesa-Nunu ini akan rampung sepenuhnya pada bulan November 2026 mendatang.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Semoga pekerjaan jembatan berjalan lancar dan secepatnya dapat digunakan kembali oleh warga khususnya pengendara roda dua,” tutup Aris.
Berdasarkan pantauan di lapangan, arus lalu lintas kendaraan roda dua yang melintasi jembatan penghubung wilayah Maesa dan Nunu ini tergolong sangat padat setiap harinya.
