WASHINGTON DC, MAL — Partai Demokrat diproyeksikan berhasil memenangkan kendali DPR dan Senat Amerika Serikat dalam Pemilu Sela 2026, mengakhiri dominasi Partai Republik di Washington.
Berdasarkan hasil hitung cepat dan proyeksi berbagai lembaga, langkah Demokrat rebut DPR ini secara otomatis mengubah konstelasi politik menjadi pemerintahan yang terbelah atau divided government.
Proyeksi dari Decision Desk HQ menunjukkan Demokrat meraih 241 kursi di DPR, mengungguli Republik yang hanya mendapatkan 194 kursi.
Di tingkat Senat, kemenangan kunci di North Carolina dan Georgia memastikan Demokrat mengunci setidaknya 51 kursi mayoritas untuk mengendalikan agenda legislasi nasional.
“Democrats are projected to win control of the US House of Representatives in the 2026 midterm elections,” tulis laporan resmi Decision Desk HQ pada Rabu (04/11).
Kemenangan ini dipicu oleh evaluasi pemilih terhadap kinerja pemerintahan Trump, khususnya terkait biaya hidup dan kebijakan luar negeri.
Keberhasilan Demokrat rebut DPR juga menandai kembalinya kekuatan oposisi dalam mengawasi jalannya roda pemerintahan eksekutif selama dua tahun ke depan.
“Janji kami kepada negara dalam Kongres yang baru adalah, mulai hari pertama, kami akan meminta pertanggungjawaban para penjahat,” kata Hakeem Jeffries, Pemimpin Minoritas DPR AS dari Partai Demokrat yang diperkirakan akan menjadi Ketua DPR baru.
Dengan kendali atas kedua kamar Kongres, Demokrat kini memiliki wewenang untuk melakukan penyelidikan agresif melalui pemanggilan saksi dan permintaan dokumen.
Meskipun demikian, upaya Demokrat rebut DPR dalam meloloskan kebijakan kesejahteraan seperti subsidi kesehatan tetap dibayangi oleh potensi penggunaan hak veto oleh Presiden Trump.
