PALU – PT Vale Indonesia Tbk terus memperkuat komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan dan pengembangan proyek strategis di Morowali, Sulawesi Tengah.
Melalui fasilitas pembibitan (nursery), perusahaan mampu memproduksi sekitar 700.000 bibit pohon setiap tahun sebagai bagian dari program reklamasi lahan pascatambang.
Hal tersebut disampaikan Senior Coordinator Media Relations PT Vale Indonesia Tbk, Suwarny Dammar, saat kegiatan buka puasa bersama jurnalis di Palu, Kamis (12/03).
Suwarny menjelaskan, fasilitas nursery yang berada di Morowali juga akan memproduksi bibit dalam jumlah yang sama untuk mendukung kegiatan reklamasi dan pemulihan lingkungan di area tambang.
“Produksi bibit di nursery kami mencapai sekitar 700.000 bibit pohon per tahun. Nursery yang berada di Morowali juga akan memproduksi bibit dalam jumlah yang sama. Nanti suatu waktu teman-teman bisa kami ajak langsung ke Morowali untuk melihat lokasi tersebut. Saat memasuki area pelabuhan, di sisi kiri sudah dapat terlihat area nursery kami,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bibit pohon yang digunakan berasal dari hasil pengumpulan dan pengolahan tanaman yang berada di sekitar area tambang. Hal ini dilakukan karena perusahaan menerapkan sistem open cast mining dengan pendekatan kajian lingkungan sebelum kegiatan penambangan dilakukan.
“Sebelum melakukan penambangan, kami terlebih dahulu mempelajari kondisi lahan, jenis tanaman yang tumbuh, bibitnya, serta unsur hara yang ada di dalam tanah. Tujuannya agar setelah penambangan selesai, kami bisa melakukan penanaman kembali dan mengembalikan kondisi lingkungan mendekati habitat aslinya,” jelasnya.
Menurut Suwarny, meskipun kondisi lingkungan tidak dapat kembali seratus persen seperti semula, perusahaan berupaya mendekati kondisi ekosistem alami sebagaimana yang telah dilakukan di wilayah Sorowako.
“Harapan kami kondisinya bisa seperti di Sorowako, di mana kawasan hutan yang direklamasi kembali memiliki ekosistem yang hidup. Bahkan beberapa satwa mulai muncul kembali di area tersebut,” katanya. ***

