Masa transisi kepemimpinan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) pasca purna bakti Irjen Pol Endi Sutendi tidak selalu ditandai oleh riuh pernyataan resmi atau sorotan publik yang terbuka.
Justru, pada fase seperti inilah dinamika paling menentukan sering berlangsung dalam senyap, di ruang-ruang pertimbangan strategis, melalui pembacaan rekam jejak, serta evaluasi mendalam atas kapasitas para kandidat.
Situasi ini dapat disebut sebagai “pertarungan sunyi”, ketika penentuan seorang Kapolda tidak semata-mata bertumpu pada popularitas atau kedekatan struktural, melainkan pada kualitas kepemimpinan, pengalaman lapangan, dan kesiapan menghadapi kompleksitas wilayah hukum yang akan dipimpin.
Dari informasi yang beredar di lingkungan yang dapat dipercaya, dua nama kini mengemuka sebagai kandidat kuat Kapolda Sulteng, keduanya berasal dari Pulau Borneo (Kalimantan), yakni Irjen. Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan yang saat ini menjabat Kapolda Kalimantan Selatan, serta Irjen. Pol. Jossy Kusumo yang menjabat Wakapolda Kalimantan Timur.
Keduanya membawa karakter kepemimpinan yang berbeda, namun sama-sama memiliki rekam jejak yang relevan untuk menjawab tantangan keamanan di Sulteng.
Sulteng: Medan Kompleks Kepemimpinan Kepolisian
Sulteng bukan wilayah yang sederhana dalam perspektif keamanan. Di satu sisi, daerah ini masih dihadapkan pada tantangan klasik seperti kriminalitas konvensional, konflik sosial, serta dinamika keamanan berbasis wilayah. Namun di sisi lain, Sulteng juga menjadi kawasan strategis ekonomi nasional, terutama dengan berkembangnya industri pertambangan dan investasi berskala besar.
Dalam konteks ini, Kapolda tidak lagi cukup dipahami hanya sebagai penegak hukum. Tetapi juga harus hadir sebagai penyeimbang antara kepastian hukum, stabilitas keamanan, dan kepentingan pembangunan ekonomi yang terus bergerak cepat.
Rosyanto Yudha Hermawan
Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dapat dilihat sebagai figur yang mengedepankan pendekatan sistematis dan ketegasan dalam penegakan hukum. Pengalamannya sebagai Kapolda Kalimantan Selatan menunjukkan kemampuannya mengelola wilayah dengan karakter sosial yang dinamis serta tantangan hukum yang berlapis.
Gaya kepemimpinannya dikenal terstruktur, berorientasi pada kepastian prosedural, serta konsisten dalam implementasi kebijakan. Dalam konteks Sulteng, pendekatan seperti ini menjadi relevan untuk memperkuat disiplin institusi serta meningkatkan efektivitas penegakan hukum di tengah kompleksitas sosial dan ekonomi.
Dengan kata lain, Rosyanto merepresentasikan model kepemimpinan yang bertumpu pada ketegasan yang terukur, sebuah kualitas yang penting dalam menjaga wibawa institusi kepolisian.
Jossy Kusumo
Berbeda dengan Rosyanto, Irjen Pol Jossy Kusumo membawa karakter kepemimpinan yang lebih adaptif dan komunikatif. Pengalamannya sebagai Wakapolda Kalimantan Timur menempatkannya pada posisi strategis di tengah dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), yang sarat dengan kepentingan nasional, investasi, dan pengawasan keamanan berskala tinggi.
Dalam situasi tersebut, kemampuan berkomunikasi lintas sektor, membangun koordinasi, serta menjaga stabilitas di tengah tekanan kepentingan yang beragam menjadi nilai penting yang melekat pada dirinya.
Jika Rosyanto kuat dalam struktur dan ketegasan, maka Jossy unggul dalam fleksibilitas dan kemampuan membaca dinamika sosial-politik yang bergerak cepat.
Jika ditarik dalam kerangka yang lebih luas, dua kandidat ini sesungguhnya merepresentasikan dua pendekatan kepemimpinan yang sama-sama dibutuhkan oleh Sulteng.
Rosyanto menawarkan ketegasan yang memberikan kepastian hukum. Sementara Jossy menghadirkan adaptivitas yang memungkinkan institusi kepolisian lebih responsif terhadap perubahan sosial dan ekonomi.
Namun, di atas semua itu, terdapat satu variabel yang jauh lebih menentukan: integritas. Dalam era ketika publik semakin kritis terhadap institusi negara, Kapolda Sulteng ke depan harus mampu menjadi figur yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga dipercaya secara moral.
Sekilas Profil Kandidat
Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan
Perwira tinggi Polri yang saat ini menjabat Kapolda Kalimantan Selatan. Memiliki latar belakang kuat di bidang reserse dan manajemen kepolisian. Dikenal dengan gaya kepemimpinan yang sistematis, tegas, dan berorientasi pada kepastian hukum.
Irjen Pol Jossy Kusumo
Saat ini menjabat Wakapolda Kalimantan Timur. Berpengalaman dalam pengamanan wilayah strategis nasional serta koordinasi lintas sektor. Dikenal adaptif, komunikatif, dan mampu mengelola dinamika keamanan yang kompleks.
Menanti Keputusan di Tengah Harapan Publik
Pada akhirnya, penunjukan Kapolda Sulteng bukan sekadar bagian dari rotasi jabatan struktural. Ia adalah keputusan strategis yang akan menentukan arah stabilitas keamanan dan kualitas penegakan hukum di daerah yang terus bertumbuh secara ekonomi dan sosial.
Di balik “pertarungan sunyi” ini, masyarakat Sulteng menaruh harapan sederhana namun fundamental. Hadirnya pemimpin kepolisian yang tidak hanya kuat dalam kewenangan, tetapi juga hadir dalam kepekaan. Sebab di tanah yang terus bergerak maju, keamanan tidak hanya berarti ketiadaan gangguan, melainkan hadirnya rasa percaya yang hidup di tengah masyarakat. *

