MOROWALI – PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari MIND ID, melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, menginisiasi Service Excellence Improvement Program bagi tenaga kesehatan dan staf Puskesmas Bahomotefe.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bidang kesehatan, sekaligus untuk menjawab kebutuhan peningkatan mutu layanan kesehatan primer sebagai fondasi penting bagi kualitas hidup dan produktivitas masyarakat.
Sebagai fasilitas layanan kesehatan primer yang melayani masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, Puskesmas Bahomotefe memegang peran strategis dalam memastikan akses layanan kesehatan yang berkualitas, ramah, dan terpercaya.
Seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan publik, penguatan budaya pelayanan prima yang konsisten dan berorientasi pada pasien menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.
Berbeda dengan pelatihan konvensional, Service Excellence Improvement Program dirancang sebagai proses capacity building dan coaching system berkelanjutan selama tiga bulan.
Program ini tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan pengetahuan, tetapi secara strategis diarahkan untuk mendorong perubahan perilaku, pola pikir, dan kebiasaan kerja tenaga kesehatan melalui sesi kelas, pendampingan lapangan, serta evaluasi berkala.
Materi pendampingan mencakup penguatan nilai-nilai inti pelayanan publik, antara lain komunikasi efektif dengan pasien, pengelolaan emosi dan empati, profesionalisme tenaga kesehatan, serta pengembangan sistem layanan yang responsif, akuntabel, dan humanis.
Pendekatan partisipatif memungkinkan peserta merefleksikan praktik pelayanan sehari-hari dan mengidentifikasi peluang perbaikan secara berkelanjutan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali, Jumiati, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiasi Program Pendampingan Service Excellence tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini sangat penting karena tenaga kesehatan merupakan garda terdepan layanan kesehatan.
“Pelatihan pelayanan prima memang pernah kita dapatkan, namun biasanya hanya berlangsung tiga hari hingga satu minggu. Sementara program ini dilaksanakan secara berkesinambungan hingga tiga bulan, sehingga benar-benar berpotensi mengubah mindset pelayanan yang selama ini kita lakukan,” katanya.
Kepala Puskesmas Bahomotefe, Hartia, juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan PT Vale Indonesia dalam peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas komitmen PT Vale yang secara konsisten memberikan pelatihan dan pendampingan. Program ini sangat membantu dalam meningkatkan kualitas layanan dan profesionalisme tenaga kesehatan, sehingga manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Pemateri pelatihan, Muhlis, menegaskan, program ini merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas layanan kesehatan.
“Service excellence bukan hanya tentang standar pelayanan, tetapi tentang bagaimana tenaga kesehatan memahami dan merespons kebutuhan pasien secara empatik dan profesional. Pendampingan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan layanan kesehatan yang berkualitas dan berorientasi pada masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Head of External Regional & Growth PT Vale, Endra Kusuma, menyampaikan bahwa peningkatan mutu layanan kesehatan merupakan bagian integral dari strategi keberlanjutan perusahaan.
Menurutnya, kesehatan masyarakat adalah fondasi produktivitas dan keberhasilan operasional perusahaan juga tidak dapat dipisahkan dari kualitas hidup masyarakat di sekitarnya.
“Karena itu, PT Vale berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang memberikan dampak nyata, termasuk melalui peningkatan mutu layanan kesehatan dasar,” ujarnya.
PT Vale Indonesia memandang kolaborasi dengan fasilitas kesehatan sebagai investasi sosial jangka panjang yang menciptakan manfaat bersama bagi masyarakat, pemerintah daerah, dan dunia usaha.
Program ini berkontribusi pada peningkatan mutu dan akses layanan kesehatan, mendukung produktivitas masyarakat, serta memperkuat kepercayaan multipihak.
Program Pendampingan Service Excellence ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
• SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan primer;
• SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, seiring terjaganya kesehatan tenaga kerja dan masyarakat;
• SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan fasilitas kesehatan.
Selain itu, program ini juga mendukung implementasi KEPMEN ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018, khususnya pada pilar kesehatan dalam pengelolaan pertambangan yang berkelanjutan. ***

