MOROWALI – PT Vale Indonesia terus memperkuat komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan di kawasan proyek Bahodopi, Kabupaten Morowali.
Upaya ini dilakukan melalui pemantauan lingkungan secara rutin dengan standar ketat, guna memastikan seluruh aktivitas operasional tetap berada dalam batas toleransi yang dipersyaratkan.
Head of Bahodopi Project IGP Morowali, Wafir, baru-baru ini, menjelaskan, pemantauan lingkungan dilakukan dengan frekuensi yang bervariasi, mulai dari harian hingga bulanan, tergantung pada tingkat risiko masing-masing aspek yang diawasi.
“Pemantauan lingkungan dilakukan secara rutin, mulai dari harian hingga bulanan, dengan melibatkan pihak ketiga independen. Tujuannya untuk memastikan dampak aktivitas proyek tetap berada dalam batas toleransi yang dipersyaratkan,” ujarnya.
Adapun aspek yang dipantau mencakup kualitas badan air seperti sungai dan laut, air limpasan tambang atau limbah, udara ambien, getaran, hingga tingkat kebisingan.
Seluruh proses pengukuran dilakukan menggunakan teknologi yang telah memenuhi standar SNI maupun standar internasional.
Menurut Wafir, aspek dengan risiko tinggi akan dipantau lebih intensif, bahkan setiap hari, sementara risiko yang lebih rendah dilakukan secara mingguan atau bulanan.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses pengukuran dilakukan oleh personel yang kompeten dan telah tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Dengan kombinasi frekuensi pemantauan yang tepat, penggunaan alat mutakhir, serta tenaga yang kompeten, kami memastikan data yang diperoleh valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, setiap temuan kondisi abnormal dari hasil pemantauan akan segera ditindaklanjuti hingga kualitas lingkungan kembali memenuhi standar mutu yang berlaku.
Selain pemantauan, PT Vale juga menjalankan upaya reklamasi lahan secara progresif. Kegiatan ini dilakukan melalui pengelolaan nursery dan penanaman kembali vegetasi lokal, termasuk rehabilitasi lahan di area non-vale yang terdampak.
Di sisi operasional, perusahaan juga menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang ketat, termasuk kebijakan penghentian sementara aktivitas saat curah hujan tinggi sebagai langkah mitigasi risiko.
Wafir menegaskan bahwa PT Vale berupaya menyeimbangkan kepentingan investasi dengan perlindungan lingkungan serta keberlanjutan jangka panjang.
“Kami memastikan bahwa setiap keputusan investasi berjalan seiring dengan pengendalian dampak ekologis, tanpa mengompromikan keselamatan dan keberlanjutan,” pungkasnya.

