191 Lahan Pertanian di Rogo Rusak

oleh -166 Kali Dilihat
Sejumlah warga tengah berdiri ditumpukan kayu gelondong berukuran besar, yang terseret arus banjir di Desa Rogo, Ahad Malam, Senin (30/8).(FOTO : MAL/Faldi)

SIGI – Sebanyak 191 hektare lahan produktif pertanian dan perkebunan di Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, rusak terdampak banjir bandang. Kerusakan ini tentunya secara langsung berdampak pada ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

“Mayoritas warga Desa Rogon adalah petani, kini mereka belum dapat mengolah lahan karena lahan terdampak lumpur dan material yang dibawa oleh banjir bandang baru-baru ini,” Ujar Sekretaris Desa Rogo, Ajmain Ramadhan, di Kecamatan Dolo Selatan, Selasa (31/8).

Ajmain Ramadhan menguraikan, lahan potensial sawah padi yang terdampak banjir bandang pada itu seluas 79 hektare, yang terletak di empat lokasi di desa tersebut. Sementara lahan perkebunan yang rusak terdampak bencana banjir tersebut seluas 112 hektare. Sehingga total lahan pertanian dan perkebunan yang rusak terdampak banjir seluas 191 hektare.

Selain lahan, sarana pertanian berupa saluran air yang menghubungkan lahan pertanian warga dengan irigasi, juga terdampak banjir bandang dan rusak parah. “Ini harus segera dicarikan solusinya, agar warga petani bisa segera bangkit kembali pascabencana, untuk mengolah pertanian mereka dalam rangka menstabilkan ekonomi mereka,” Sebutnya.

Ia mengemukakan, kerusakan lahan pertanian dan perkebunan warga, bukan hanya disebabkan oleh banjir. Melainkan juga karena faktor gempa pada 28 September 2018 silam.

Pascabencana 28 September 2018 silam, hingga saat ini, kata dia, sebagian petani di Desa Rogo khususnya petani sawah ladang, tidak dapat mengolah lahannya karena kesulitan air, diakibatkan irigasi/bendungan air rusak total.

Akibatnya, urai dia, terdapat 110 hektare lahan padi sawah belum dapat digarap oleh warga petani, hingga saat ini.
Diketahui, banjir bandang yang kedua kali selama tahun 2020 berdampak pada 3 Dusun di Desa Rogo. Banjir paling parah berdampak di Dusun 1 yang berdekatan dengan sungai.

Sekdes merinci di dusun I, ada 194 jiwa dari 62 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Selanjutnya di dusun II ada 50 jiwa dari 15 KK, serta di dusun IV ada 76 jiwa dari 16 KK.

Pun ia Sekdes Ajmain Ramadhan, telah menyampaikan kepada Gubernur Sulteng, Ketua DPRD Sulteng, Bupati Sigi, dan organisasi perangkat daerah terkait baik di tingkat provinsi dan kabupaten, dengan harapan mendapat respon positif untuk dilakukan perbaikan.

Reporter: Faldi
Editor: Nanang