Ibu Hamil Perbanyak Baca Alquran

oleh
Ilustrasi Istimewa

OLEH : HS Shaleh Bin Muhammad Aldjufri*

Bagi sepasang suami Istri, kehamilan adalah sesuatu hal yang di damba dambakan. Berbagai cara di lakukan untuk menjaga bayi yang di kandung agar tetap dalam ke adaan sehat. Ketika sang istri sedang mengandung ,istri lebih sensitive, mudah khwatir, cemas, dan lebih waspada hal ini adalah hal yang wajar  mengigat proses mengandung adalah awal lahirnya manusia ke muka bumi dan tentunya saja  segala harapan yang baik ada di dalamnya  berharap anaknya nanti jadi sholeh sholeha.

Mendekatkan diri  kepada Allah dengan cara beribadah dan membaca Al-Quran adalah cara yang baik untuk menghilangkan rasa cemas selama mengandung. Banyak sekali ayat Alquran yang memerintahkan kita untuk membaca ayat Alquran. Bukankah ayat pertama yang disampaikan kepada Rasulullah SAW adalah Iqra yang berarti membaca.

Menurut para Ulama ketenangan jiwa bagi orang hamil berpengaruh bagi kehamilannya. Karena itu, ibu hamil pun tidak lepas dari perintah umum untuk membaca Alquran. Hal ini dilakukan semata-mata karena ibadah untuk memenuhi perintah Allah SWT.

Mengenai tradisi membaca QS Yusuf dan Maryam,, tidak ada dalil kuat jika membaca surah tersebut akan berpengaruh bagi kandungan. Alhasil, ibu hamil pun dapat membaca Alquran tidak terbatas pada dua surah tersebut. “Yang jelas bacaan Alquran yang baik dan ikhlas akan membawa ketenangan hati. Hati yang tenang akan membawa pengaruh yang baik bagi janin dalam kandungan.”

Pengetahuan kedeokteran menyebutkan Indera pendengaran mulai berkembang pada minggu ke-8 dan selesai pembentukan pada minggu ke-24. Indera pendengaran ini juga dibantu oleh air ketuban yang merupakan penghantar suara yang baik. Janin akan mulai mendengar suara aliran darah melalui plasenta, suara denyut jantung dan suara udara dalam usus.

Selain itu, janin akan bereaksi terhadap suara-suara keras, bahkan bisa membuat janin terkejut melompat. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS an-Nahl ayat 78. “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”

Dia pun akan menunjukkan respons khas saat mendengar suara-suara bising atau teriakan yang tak disukainya. Efek ini mampu dipertahankan setelah enam menit bayi tersebut lahir: si jabang bayi akan berhenti menangis, membuka mata, dan dia tampak lebih tenang saat dia diperdengarkan musik yang biasa didengarnya ketika di alam rahim. Janin, dengan demikian, menjadi terbiasa dengan rangsangan yang sama. Berdasarkan hal ini, sejumlah peneliti menyimpulkan, musik klasik dapat memberi pengaruh positif pada proses perkembangan janin. Inilah yang kemudian dikenal dengan Efek Mozart.

Pun pada saat sang calon ibu mengaji dengan tajwid. Ia akan mengajak sang janin untuk berkomunikasi dengan bahasa Allah. Panjang pendeknya bacaan sang ibu akan memberikan stimulan kepada janin. Terlebih, calon ibu tersebut bukan hanya membacakan namun menceritakan pula hikmah yang terkandung dalam ayat-ayat Allah tersebut. Menceritakan dengan pemaknaan intonasi dari lakon yang dikisahkan

Musik ini pun sebenarnya bisa diganti dengan lantunan ayat Alquran. Efek bacaan tilawah sebagai salah satu upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah Sang Mahapencipta dapat menenangkan hati, baik bagi ibu maupun anak. Pada 1984, konferensi kedokteran Islam Amerika Utara memaparkan hasil sebuah penelitian mengenai bacaan Alquran, yang mampu mendatangkan ketenangan jiwa bagi yang membacanya hingga 97 persen.

Jika semua Muslimah yang sedang mengandung paham betul makna dari ayat Allah tersebut, bukan tidak mungkin akan lahir bayi-bayi yang kuat. Karena Al-Qur’an turun sebagai penguat hambanya manakala tertimpa kesulitan hidup, menghilangkan stres dan menenangkan hati. Wallahul Mustaan

*Penulis adalah Direktur Utama Harian Umum Media Alkhairaat sekaligus Anggota DPD periode 2014-2019 dan 2019-2024

Iklan-Paramitha