Habib Ali Letakkan Batu Pertama Pembangunan Ponpes Alkhairaat di Desa Koya

oleh -
Habib Ali Bin Muhammad Al-Jufri saat meletakkan batu pertama pembangunan Ponpes Alkhairaat di Desa Koya Kecamatan Petasia Kabupaten Morowali Utara. (FOTO: IST)

MORUT – Pengurus Besar Alkhairaat Pusat Palu Habib Ali Bin Muhammad Aljufri meletakkan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Alkhairaat di Desa Koya, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, Jumat (26/11).

Kegiatan itu turut disaksikan sejumlah pejabat diantaranya Bupati Morut Delis Julkarson Hehi, Wakil Bupati H Djira K, Ketua DPRD Hj. Megawati Ambo Asa, Wakil Ketua H. Muh Safri, serta sejumlah pejabat lainnya.

Lokasi ponpes itu berada di lereng gunung, tidak jauh dari ibu kota kabupaten. Selain bisa ditempuh dengan speed boat atau motor tempel dari Kolonodale, nantinya Desa Koya juga bisa diakses melalui jalan darat.

Acara peletakan batu pertama dimulai dari Habib Ali seterusnya Bupati Morut, Wabup, Ketua DPRD dan pejabat lainnya.

Berdasarkan gambar master plan yang terpasang di lokasi ponpes, kompleks ini nantinya akan dilengkapi sejumlah bangunan utama seperti bangunan madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) dan madrasah Aliyah (setingkat SMA).

Selain itu ada juga bangunan laboratorium bahasa, laboratorium MIPA, laboratorium multimedia, perpustakaan, koperasi, klinik dan UKS.

Selanjutnya bangunan asrama putri, asrama putra, perumahan guru, masjid, lapangan olahraga, dan beberapa unit bangunan lainnya.

Setelah selesai kegiatan di ponpes, dilanjutkan dengan peringatan Maulid di Balai Desa Koya. Di sini Habib Ali membawakan hikmah Maulid yang mencerahkan dan menarik perhatian para jamaah.

Salah satu pesan yang disampaikan ulama terkemuka itu adalah mengenai prospek Desa Koya untuk menjadi desa wisata. Desa ini bakal dikunjungi wisatawan karena memiliki hutan mangrove yang bagus.

“Pak bupati bilang desa ini akan jadi desa wisata. Jadi harus siap-siap perbaiki akhlak dan mental. Jangan cuma fisiknya yang diperbaiki,” katanya, mengingatkan.

Di akhir kegiatan, pihak penyelenggara menyiapkan bahan makanan untuk dilelang. Sejumlah pejabat dari kabupaten, tokoh masyarakat, camat, kepala desa dan donatur lainnya mengambil bagian dalam lelang tersebut.

Rep: Harits/***