PALU — Aksi pemulung yang diduga melakukan pencurian meresahkan warga Kota Palu. Kelompok yang disebut-sebut berasal dari Kabupaten Sigi itu dilaporkan berkeliaran secara berkelompok, terdiri dari tiga hingga lima orang, masuk ke kawasan perumahan dan diduga mengincar rumah-rumah yang terlihat sepi.
Sejumlah warga mengaku menjadi korban kehilangan barang-barang rumah tangga, terutama peralatan dapur.
Rita, warga Kelurahan Maleo Atas, mengungkapkan bahwa rumahnya disatroni pencuri beberapa hari lalu. Ia mengetahui identitas pelaku setelah memeriksa rekaman CCTV.
“Di CCTV terlihat segerombolan perempuan membawa karung. Mereka membuka paksa pintu dapur saya. Empat kompor, belanga besar dan kecil, wajan, cetakan kue sampai tabung gas hilang semua,” ujar Rita terlihat sedih kepada media ini, Ahad (17/5).
Menurut Rita, pelaku leluasa masuk karena rumah dalam keadaan kosong.
“Saya selesai jualan di sekolah lalu lanjut ke pasar. Saat pulang pintu dapur ku sudah terbuka. Saya kaget melihat isi dapur sudah kosong,” keluhnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Roni, warga Lagaratu. Ia mengatakan kelompok tersebut pernah masuk ke rumah orang tuanya dan menggasak sejumlah barang dapur.
“Mama saya ada di rumah tetapi sedang ketiduran, jadi tidak dengar ada orang masuk lewat pintu belakang. Mereka ambil pembakaran ikan dan belanga goreng. Untung saya datang kalau tidak mungkin habis semua isi dapurnya mamaku, sontak saja saya usir mereka,” katanya.
Sementara itu, Rahmi, warga Talise, mengaku pernah mendengar kelompok tersebut sempat diamankan oleh aparat kepolisian namun kemudian dilepaskan kembali.
“Saya dengar mereka pernah diamankan di Polsek, tapi sore harinya dilepas lagi. Kapan mereka mau jera?” ujarnya dengan nada kesal.
Menanggapi keresahan warga, Ketua DPRD Kota Palu, Rico Djanggola, yang ditemui di sela-sela kegiatan Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) anggota DPR RI, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat pengawasan lingkungan.
Menurut Rico, aparat terus melakukan upaya pengawasan seperti razia. Namun, keterbatasan personel membuat seluruh titik di Kota Palu sulit dipantau secara bersamaan.
“Setiap hari Satpol PP melakukan razia. Kita juga tidak bisa menghalangi orang masuk ke Kota Palu, apalagi mereka bergerak berkelompok. Tidak mungkin setiap ruas jalan dijaga. Karena itu, sesama tetangga mari saling baku jaga rumah dan lingkungan, supaya ruang gerak pelaku bisa diawasi,” tegas Rico.
Maraknya dugaan pencurian berkedok aktivitas memulung ini membuat warga berharap adanya langkah penanganan yang lebih serius dari Pemerintah Kota dan aparat kepolisian, agar keamanan lingkungan di Kota Palu tetap terjaga.

