PALU – Sekretaris Majelis Pendidikan Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, HS. Ahmad Hadi Rumi, bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang digelar di halaman Kompleks Alkhairaat, Sabtu (2/5) pagi.
Dalam pidatonya, HS. Ahmad Hadi Rumi menegaskan bahwa peringatan Hardiknas merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi, meneguhkan komitmen, serta menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional. Ia menyampaikan bahwa pendidikan pada hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia yang dilaksanakan dengan tulus, penuh kasih sayang, dan berorientasi pada pengembangan potensi manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia.
“Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah serta potensi manusia. Inti dari pendidikan adalah memuliakan,” ujarnya.
Dalam pidatonya ia juga mengingatkan kembali pemikiran Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, yang menekankan sistem among melalui tiga prinsip utama, yakni asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pembinaan). Menurutnya, nilai-nilai tersebut tetap relevan dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun watak, serta memperkuat peradaban. Pendidikan juga diarahkan untuk membentuk manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung arah kebijakan pendidikan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh demi mewujudkan Indonesia maju dan bermartabat.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tengah mendorong pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas. Pendekatan ini didukung oleh lima kebijakan strategis, antara lain pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, peningkatan kualitas pembelajaran melalui literasi dan numerasi, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif.
“Jika ingin memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Dan jika ingin memperbaiki pendidikan, mulailah dari dalam kelas,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan, serta mendorong penguatan karakter melalui berbagai program seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, kegiatan kepramukaan, hingga pembelajaran berbasis pengalaman.
Di akhir pidatonya, HS. Ahmad Hadi Rumi mengajak seluruh insan pendidikan untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Ia menekankan pentingnya tiga hal utama dalam keberhasilan kebijakan pendidikan, yakni mindset (pola pikir) yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus.
“Tanpa tiga hal tersebut, berbagai kebijakan hanya akan menjadi formalitas. Mari kita perkuat kerja sama demi terwujudnya Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” pungkasnya.
Upacara Hardiknas 2026 tersebut turut dihadiri Ketua Majelis Pendidikan PB Alkhairaat Yusri, Kepala Sekretariat PB Alkhairaat Ustadz. Suhban Lasawedi, para dewan guru, serta ratusan pelajar dan santri di lingkungan Alkhairaat. Suasana upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan.

