DPRD Sigi Desak Pemkab Segera Normalisasi Sungai di Dolo Selatan

oleh
Excavator membersihkan gelondongan kayu yang dibawa oleh banjir bandang di Desa Rogio, Selasa (15/9). FOTO: MAL/FALDY

SIGI – Anggota DPRD Sulawesi Tengah, Ibrahim Hafid mendesak Pemerintah Daerah Provinsi Sulteng dan Pemda Kabupaten Sigi, serta Balai Wilayah Sungai Sulawesi III untuk bersinergi segera melakukan normalisasi sungai demi mencegah terjadinya banjir bandang susulan di beberapa wilayah di Sigi.

“Salah satu penyebab terjadinya banjir bandang karena, karakteristik dan daerah aliran sungai (DAS) telah mengalami kerusakan yang parah,” ucap Ibrahim Hafid, di Sigi, Ahad (20/9).

Ibrahim mengatakan, normalisasi sungai sangat perlu dan penting dilakukan segera, karena berkaitan langsung dengan hajat hidup masyarakat.

Banjir bandang yang sering terjadi di Sigi, tidak hanya merusak rumah dan sendi kehidupan sosial, pendidikan dan kesehatan, tetapi juga memberikan dampak terhadap terganggunya ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan.

“Kita ketahui bersama bahwa Sigi menjadi salah satu daerah andalan Sulawesi Tengah dalam hal logistik dan pangan. Namun, ini terancam karena adanya kerusakan DAS, yang beberapa fakta lapangan telah menunjukkan bahwa kerusakan DAS berdampak pada banjir bandang yang turut serta merusaksektor pertanian, perkebunan warga,” katanya.

Karena itu Balai Wilayah Sungai Sulawesi III, Pemprov Sulteng, Pemkab Sigi harus segera duduk bersama untuk melakukan langkah-langkah penanganan perbaikan alur sungai.

Sebab, bila tidak segera ditangani, sungai-sungai yang ada di Sigi lambat laun akan menurunkan daya dukung ketahanan pangan.

“Ini yang harus segera dipikirkan dan ditangani. Di satu sisi, pemerintah harus memperhatikan basis ekonomi kerakyatan warga,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Desa Rogo Ajmain Ramadhan mengungkapkan, salah satu yang paling vital dan harus segera dilakukan oleh pemerintah dalam masa pemulihan ini adalah normalisasi sungai.

“Warga saya mendesak agar segera dilakukan normalisasi sungai. Kalau urusan yang lain yang tidak terlalu penting, mungkin ditinggalkan dulu, yang penting sungai tertata,” ujar Ajmain.

Desa Rogo terdampak banjir bandang pada Senin malam, 14 September 2020. Kata Ajmain, hingga saat ini warga masih trauma dan masih berjaga-jaga, jangan sampai terjadi banjir susulan.

“Apalagi akhir-akhir ini daerah Sigi sering dilanda hujan dengan intensitas sedang dan tinggi. Warga sangat berharap normalisasi sungai bisa segera dilakukan,” ujarnya.

Ajmain juga mengaku, dirinya akan diundang oleh DPRD Sigi untuk menyampaikan kondisi Desa Rogo dan penanggulangan pascabanjir, pada Selasa 22 September 2020 nanti.

Reporter: Faldi
Editor: Nanang

Iklan-Paramitha