PALU, MAL – Persoalan hewan ternak yang masih berkeliaran bebas di kawasan permukiman kembali menjadi sorotan warga Kota Palu.

Kali ini, keluhan tersebut disampaikan masyarakat di RT1/RW1, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, dalam agenda reses Anggota DPRD Kota Palu, Nurhalis Nur, Sabtu (7/11) sore.

Warga mengeluhkan keberadaan sapi dan kambing yang kerap memasuki pekarangan rumah, meninggalkan kotoran hingga merusak tanaman dan bunga milik masyarakat.

Salah seorang warga, Husna, mempertanyakan penanganan pemerintah terhadap persoalan ternak yang dinilainya belum terselesaikan, meskipun terjadi di kawasan perkotaan.

“Saya heran, sedangkan di kampung-kampung bisa diatasi hewan ternak, tapi kenapa di Kota Palu ini tidak bisa ditangani masalah ternak ini,” keluhnya.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Lere, Megawati, mengatakan hewan ternak yang berkeliaran di wilayahnya diduga berasal dari luar Kelurahan Lere.

Ia mencontohkan, saat berlangsungnya penilaian Adipura, sempat terlihat rombongan ternak melintas bersama pemiliknya. Setelah ditanyakan, pemilik ternak tersebut mengaku berasal dari Kelurahan Kabonena.

“Sapi di sini bukan milik warga sini. Kemarin juga sementara ada penilaian Adipura tiba-tiba lewat ternak dengan peternaknya dan kami tanyakan langsung katanya dari Kelurahan Kabonena. Kalau pemilik ternak di Kelurahan Lere mereka ikat hewan ternaknya,” jelas Megawati.

Persoalan tersebut mengemuka dalam kegiatan Reses Caturwulan III Masa Persidangan Tahun 2026 Anggota DPRD Kota Palu, Nurhalis Nur, yang berlangsung di RT 01 RW 01 Kelurahan Lere.

Selain persoalan ternak, warga juga menyampaikan keluhan mengenai meningkatnya jumlah nyamuk dan meminta pemerintah melakukan pengasapan atau fogging di lingkungan permukiman.

Warga lainnya, Ustazah Badalang, turut menyoroti penyaluran bantuan sosial. Ia menyebut masih ada masyarakat yang dinilai layak menerima bantuan pemerintah, tetapi belum mendapatkannya.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Dinas Sosial Kota Palu menjelaskan berbagai jenis pelayanan dan bidang yang tersedia di instansinya. Sementara perwakilan UPTD Puskesmas Lere, Siti Rahma, memaparkan pelayanan kesehatan yang dapat diakses masyarakat.

Nurhalis Nur mengatakan, kegiatan reses menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah dan wakil rakyat.

Politisi PKS itu juga mengajak masyarakat agar tidak ragu membangun komunikasi dengannya, termasuk menyampaikan persoalan yang membutuhkan tindak lanjut.

Ia bahkan membagikan nomor telepon selulernya kepada warga agar komunikasi dan koordinasi dapat dilakukan lebih mudah.

“Kalau seketika ada persoalan bapak-ibu, tolong dicatat nomor handphone saya. Misalnya ada kejadian yang penting untuk kami atensi setelah koordinasi dengan RT/RW, pihak kelurahan, dan kami harus hadir juga, Insyaallah kami akan datang. Begitupun di kantor, Insyaallah saya selalu terbuka untuk masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Lurah Lere Megawati, perwakilan Dinas Sosial, perwakilan UPTD Puskesmas Lere Siti Rahma, Sekretaris PKS Kota Palu Moh. Handri Oktora, tokoh masyarakat dan warga setempat. Nurhalis juga didampingi staf DPRD Kota Palu, Uliwati, S.Sos dan Zulkifli Katili.