JAKARTA, MAL — Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk memberikan kesaksian dalam perkara dugaan fitnah ijazah palsu hari ini, Kamis (05/11).

Pengamanan super ketat dikerahkan dengan menyiagakan total 6.770 personel gabungan TNI-Polri di sekitar lokasi persidangan guna memastikan kelancaran seluruh tahapan Sidang Ijazah Jokowi tersebut.

Jokowi tiba di gedung pengadilan sekitar pukul 08.35 WIB dengan mengenakan baju krem bermotif cokelat dan peci hitam. Kedatangannya didampingi oleh putrinya, Kahiyang Ayu, serta putra bungsunya, Kaesang Pangarep, yang turut masuk ke ruang sidang guna memberikan dukungan moril dalam agenda pemeriksaan saksi kali ini.

Kehadiran Jokowi bertujuan untuk memberikan keterangan langsung terhadap dua terdakwa, yakni Roy Suryo Notodiprojo dan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa.

Perkara ini berfokus pada dugaan fitnah terkait keaslian ijazah pendidikan milik mantan kepala negara tersebut yang sempat memicu polemik di ruang publik.

Guna mematahkan segala tuduhan, Jokowi secara eksplisit membawa dokumen ijazah aslinya ke hadapan majelis hakim. Pihak Pengadilan Negeri Jakarta Timur menegaskan bahwa persidangan ini bersifat terbuka untuk umum sehingga masyarakat dapat memantau jalannya Sidang Ijazah Jokowi secara transparan.

“Bawa,” kata Joko Widodo, Presiden ke-7 RI singkat saat mengonfirmasi kepada awak media perihal dokumen ijazah asli yang ia tunjukkan dalam persidangan.

Kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, menjelaskan bahwa kehadiran kliennya dalam Sidang Ijazah Jokowi merupakan bentuk penghormatan tinggi terhadap supremasi hukum. Selain memaparkan fakta sejarah pendidikannya, Jokowi juga disebut ingin menyampaikan rasa ketidakadilan atas serangan fitnah yang terjadi bertubi-tubi.

“Terlepas dari fakta yang akan beliau terangkan, beliau juga akan menyampaikan rasa ketidakadilan yang beliau rasakan akibat fitnah yang bertubi-tubi dilakukan berbagai pihak,” kata Rivai Kusumanegara, Kuasa Hukum Jokowi.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal merinci bahwa kekuatan pengamanan terdiri dari 1.200 anggota TNI dan 5.570 anggota Polri. Langkah preventif ini diambil untuk mengantisipasi potensi kerumunan massa serta menjaga kondusivitas selama berlangsungnya Sidang Ijazah Jokowi di lokasi.

“Pokoknya kita ya yang penting nyaman ya, gitu aja. Penting ini sidang terbuka untuk umum, kita tidak membeda-bedakan,” kata Efendi, Kepala PN Jakarta Timur.