POSO, MAL – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Poso terus memperkuat transformasi digital melalui pengembangan berbagai aplikasi secara mandiri.
Hal itu untuk meningkatkan efisiensi layanan akademik, transparansi, dan kemudahan akses bagi mahasiswa maupun dosen.
Fandi Nur Cahyo Santoso, Kasubag Umum sekaligus Kepala Tim IT STAI Poso, mengatakan bahwa seluruh sistem digital kampus dikembangkan oleh tim internal tanpa menggunakan jasa pihak ketiga.
“Pengembangan aplikasi ini kami lakukan untuk menjawab kebutuhan kampus, mempercepat pelayanan, serta membangun sistem akademik yang lebih terintegrasi dan mudah digunakan,” ujar Fandi, Rabu (21/10).
Salah satu sistem utama yakni, SAHABAT STAI Poso (Sistem Akademik dan Kemahasiswaan Berbasis Aplikasi Terintegrasi), yang mendukung pengelolaan administrasi akademik dan kemahasiswaan.
Kampus juga memiliki sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk mempermudah proses pendaftaran, serta aplikasi Computer Based Test (CBT) untuk pelaksanaan seleksi mahasiswa secara digital.
Untuk seleksi penerima beasiswa KIP Kuliah, sistem digital dimanfaatkan untuk mendukung proses seleksi yang lebih transparan dan tepat sasaran.
Sementara itu, pelaksanaan ujian akhir semester (UAS) telah menggunakan sistem ujian terintegrasi sehingga mengurangi kebutuhan kertas dan mempermudah pengelolaan ujian.
Fandi menjelaskan, STAI Poso juga mengembangkan jurnal ilmiah untuk mendukung publikasi karya akademik, formulir daring mandiri dengan fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan kampus, serta SIMKO STAI Poso, aplikasi konferensi video untuk menunjang perkuliahan, rapat, dan koordinasi jarak jauh.
“Dengan mengembangkan sistem sendiri, kami dapat menyesuaikan fitur dengan kebutuhan kampus dan melakukan pengembangan secara berkelanjutan,” ungkanya.
Melalui pengembangan aplikasi secara mandiri di kampus STAI Poso, layanan pendidikan diharapkan semakin efektif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu mendukung peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan.
