Semua orang memiliki masalah. Tidak ada seorang pun yang sepenuhnya bebas dari masalah. Memiliki masalah merupakan bagian dari kehidupan manusia sebagai makhluk yang lemah dan senantiasa membutuhkan pertolongan.

Namun, bukan berarti kita harus membiarkan masalah yang dihadapi begitu saja. Kuncinya terletak pada sikap kita dalam menghadapi dan menyelesaikannya. Masalah akan selalu ada, baik kita menginginkannya maupun tidak. Karena itu, hal terpenting adalah bagaimana kita menyikapi setiap persoalan.

Tidak memiliki masalah sama sekali merupakan sesuatu yang mustahil. Jika ada orang yang merasa tidak memiliki masalah, bisa jadi ia hanya mengabaikannya, melupakannya, atau mengalihkan perhatiannya kepada hal lain. Jika dibiarkan, sikap seperti ini justru dapat membuat masalah tidak terselesaikan.

Apalagi pada zaman sekarang, menjalani kehidupan terasa semakin sulit dan penuh tantangan, terutama dalam hal keuangan. Banyak orang harus bekerja siang dan malam demi memenuhi kebutuhan hidup. Namun, penghasilan yang diperoleh terkadang belum mencukupi, bahkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Keadaan ini tentu semakin berat bagi mereka yang memiliki keluarga besar dan harus memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarganya. Meski demikian, kita tidak perlu larut dalam kecemasan. Ada amalan yang dalam naskah ini disebut sebagai ajaran Rasulullah SAW untuk memohon pertolongan Allah SWT ketika menghadapi kesulitan hidup. Rezeki yang kita peroleh pada hakikatnya berasal dari Allah SWT, dan kita berharap agar rezeki tersebut senantiasa dilimpahi keberkahan.

Berikut dua amalan yang disebutkan dalam kisah tentang seseorang yang datang kepada Rasulullah SAW untuk mengadukan kesulitan hidupnya.

Pertama, mengucapkan salam ketika memasuki rumah.

Ketika pulang dan mendapati ada orang di dalam rumah, kita dianjurkan untuk mengucapkan salam:

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

Artinya, “Semoga keselamatan, rahmat, dan keberkahan Allah SWT senantiasa tercurah kepada kalian.”

Apabila tidak ada orang di rumah, dalam naskah ini disebutkan anjuran untuk mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW dengan lafaz yang biasa dibaca dalam tahiyat akhir salat:

“Assalamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakatuh.”

Artinya, “Semoga keselamatan, rahmat, dan keberkahan Allah tercurah kepadamu, wahai Nabi.”

Kedua, membaca Surah Al-Ikhlas.

Setelah mengucapkan salam kepada penghuni rumah atau membaca salam sebagaimana disebutkan di atas, amalan berikutnya adalah membaca Surah Al-Ikhlas.

Dalam riwayat yang dikisahkan dalam naskah ini, membaca Surah Al-Ikhlas disebut memiliki keutamaan yang berkaitan dengan keberkahan. Membacanya satu kali disebut membawa keberkahan bagi diri sendiri, dua kali bagi diri sendiri dan anggota keluarga, sedangkan tiga kali bagi diri sendiri, keluarga, dan tetangga.

Dikisahkan, seseorang yang pernah mengadukan kesulitan hidup kepada Rasulullah SAW kemudian mengamalkan petunjuk yang diterimanya. Setelah beberapa waktu, ia kembali dan menyampaikan bahwa kehidupannya telah berubah. Jika sebelumnya hidup terasa sempit, kini ia merasakan kelapangan.

Kesulitan yang dahulu dihadapi berangsur membaik. Rezekinya pun dirasakan semakin lapang, bahkan keberkahan itu disebut turut dirasakan oleh tetangganya.

Meski demikian, amalan tersebut tidak berarti seseorang cukup berdiam diri dan menunggu datangnya pertolongan. Usaha dan kerja keras tetap diperlukan. Kita harus terus berikhtiar untuk memenuhi kebutuhan hidup, sembari berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk berusaha, bukan sekadar bersantai tanpa melakukan apa-apa. Ikhtiar harus berjalan beriringan dengan doa, ibadah, dan tawakal kepada Allah SWT.

Dalam naskah ini juga diceritakan pengalaman seseorang dari negeri seberang yang menghadapi kesulitan hidup dan keterbatasan rezeki. Setelah mengetahui amalan tersebut, ia berusaha mengamalkannya. Beberapa bulan kemudian, ia mengungkapkan perubahan yang dirasakannya dalam kehidupan.

Kisah-kisah tersebut menjadi pengingat bahwa dalam menjalani kehidupan, kita hendaknya terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menghidupkan sunah Rasulullah SAW. Membaca Surah Al-Ikhlas, mengucapkan salam, berdoa, serta bekerja dengan sungguh-sungguh dapat menjadi bagian dari ikhtiar kita dalam menghadapi kesulitan hidup.

Semoga Allah SWT memberikan kelapangan, keberkahan rezeki, dan jalan keluar bagi setiap kesulitan yang kita hadapi. Wallahu a’lam

Darlis Muhammad (Redaktur Senior Media Alkhairaat)