JAKARTA, MAL — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Tengah bersama perwakilan hampir seluruh BAZNAS kabupaten/kota menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS di Jakarta, 13–15 Oktober 2026.

Wakil Ketua BAZNAS Sulteng, Hasan Lasiata, mengatakan, sejumlah daerah tidak mengirimkan perwakilan dalam kegiatan tersebut, yakni BAZNAS Tojo Una-Una, Banggai Kepulauan, Buol, dan Donggala.

“Alhamdulillah BAZNAS Sulteng dan kabupaten/kota hadir dalam acara ini, walaupun ada beberapa daerah seperti BAZNAS Touna, Bangkep, Buol dan Donggala tidak hadir, dan kami pahami mungkin terkendala sesuatu hal,” kata Hasan, Rabu (14/10).

Rakornas yang berlangsung selama tiga hari itu dibuka Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dan dihadiri perwakilan BAZNAS serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) dari seluruh Indonesia.

Menurut Hasan, Rakornas menjadi forum untuk mengevaluasi perkembangan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) selama setahun terakhir, sekaligus membahas program pemberdayaan umat yang sejalan dengan arah kebijakan pemerintah.

Ia mengakui, pengelolaan zakat di Sulawesi Tengah masih perlu dibenahi. Meski sejumlah daerah telah menunjukkan kinerja yang baik, penguatan kelembagaan dan pemerataan kualitas pengelolaan zakat di seluruh kabupaten/kota masih menjadi pekerjaan rumah.

“Inilah menjadi pekerjaan rumah kita ke depan untuk melakukan penguatan kelembagaan serta hal lainnya, sehingga apa yang menjadi tujuan BAZNAS dapat terlaksana sesuai harapan,” ujarnya.

Hasan juga menyebut BAZNAS menargetkan penghimpunan zakat secara nasional sebesar Rp70 triliun pada 2027. Untuk mencapai target tersebut, menurut dia, upaya penghimpunan perlu diperkuat.