JAKARTA, MAL — Aksi Greenpeace Bundaran HI mewarnai peringatan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Selasa (20/10).

Sejumlah aktivis memanjat Monumen Patung Selamat Datang untuk membentangkan spanduk raksasa bermuatan kritik tajam mengenai krisis iklim dan beban biaya hidup masyarakat.

Para aktivis memasang dua spanduk besar yang masing-masing menghadap ke arah Istana Merdeka dan arah selatan Jakarta. Spanduk pertama bertuliskan tuntutan untuk menangani krisis iklim demi menurunkan biaya hidup, sementara spanduk kedua mempertanyakan kinerja pemerintah di tengah bencana yang semakin parah.

“Sejumlah aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan dua spanduk raksasa dari atas Patung Selamat Datang. Spanduk bertuliskan ‘Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup’ dibentangkan menghadap ke arah Istana Merdeka,” tulis pernyataan resmi Greenpeace Indonesia.

Aparat kepolisian segera merespons aksi tersebut dengan melakukan upaya penurunan paksa spanduk. Enam aktivis yang berada di atas monumen sempat bertahan sebelum akhirnya diturunkan oleh petugas keamanan menggunakan tangga darurat dari kolam Bundaran HI.

Menanggapi Aksi Greenpeace Bundaran HI ini, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa pemerintah daerah menghormati setiap bentuk penyampaian aspirasi. Namun, ia menekankan agar setiap aksi tetap mengedepankan ketertiban umum di fasilitas publik.

“Pemerintah daerah menghormati aksi penyampaian pendapat di muka umum sebagai bagian dari kehidupan demokrasi,” ujar Pramono Anung, Gubernur Jakarta.

Aksi Greenpeace Bundaran HI tersebut berakhir setelah seluruh atribut kritik dicopot oleh pihak berwenang sekitar siang hari. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana terkait substansi kritik yang dilontarkan dalam aksi simbolis tersebut.