JAKARTA — Aisha Wahab, perempuan Muslim Amerika Serikat keturunan Afghanistan yang dikenal lantang mengkritik kebijakan Israel terhadap Palestina, memenangkan pemilihan khusus untuk mengisi kursi Senat Negara Bagian California.

Wahab, yang berasal dari Partai Demokrat, mengalahkan Melissa Hernandez dalam pemilihan tersebut. Hernandez mendapat dukungan dari Super PAC yang berafiliasi dengan kelompok pelobi pro-Israel, termasuk American Israel Public Affairs Committee (AIPAC).

Kemenangan Wahab diraih di tengah besarnya dukungan dana yang dikerahkan kelompok-kelompok yang berusaha menggagalkan pencalonannya. Dalam beberapa pekan terakhir kampanye, kelompok-kelompok tersebut menggelontorkan jutaan dolar untuk iklan yang menyerang Wahab sekaligus mendukung Hernandez.

United Democracy Project, kelompok yang berafiliasi dengan AIPAC, dilaporkan menghabiskan sekitar US$1,2 juta atau sekitar Rp21,25 miliar pada Agustus untuk kampanye menentang Wahab.

Jika digabungkan dengan pengeluaran kelompok-kelompok afiliasi lainnya, dana yang dikeluarkan untuk kampanye tersebut mencapai sekitar US$1,7 juta atau sekitar Rp30 miliar.

Besarnya dana yang digelontorkan menjadi gambaran kuatnya pertarungan politik terkait isu Israel dan Palestina dalam politik Amerika Serikat. AIPAC dan kelompok-kelompok yang berafiliasi dengannya selama ini aktif mendukung kandidat yang dianggap pro-Israel sekaligus berupaya menghadang kandidat yang kritis terhadap kebijakan Israel.

Meski menghadapi tekanan politik dan finansial yang besar, Wahab tetap mampu mempertahankan posisinya hingga memenangkan pemilihan.

Kemenangan tersebut sekaligus mencatat sejarah. Wahab disebut menjadi warga Amerika keturunan Afghanistan pertama yang terpilih ke Kongres sekaligus perempuan Muslim pertama yang memenangkan kursi di Senat Negara Bagian California.

Hasil ini menunjukkan semakin besarnya ruang politik bagi kelompok minoritas Muslim di Amerika Serikat. Di sisi lain, kemenangan Wahab juga memperlihatkan bahwa isu Palestina tidak lagi hanya menjadi isu kebijakan luar negeri, tetapi telah menjadi bagian dari pertarungan politik domestik Amerika Serikat.**