MALAYSIA, MAL- Kualitas udara di Malaysia semakin memburuk akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia, terutama di Kalimantan. Berdasarkan Malaysia Air Pollutant Index Management System (APIMS), beberapa wilayah di Sarawak yang berbatasan langsung dengan Kalimantan masuk kategori “tidak sehat” per Kamis (20/8) pukul 14.00 waktu setempat.

Berdasarkan indeks polusi udara Malaysia, kategori kualitas udara sehat adalah 0-50, sedang 50-100, tidak sehat 101-200, sangat tidak sehat 201-300, dan berbahaya di atas 300.

Beberapa wilayah yang masuk kategori tidak sehat antara lain Serian dengan API 195, Kuching 191, Sri Aman 178, dan Samarahan 175. Angka-angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan indeks kualitas udara pada 12 Agustus lalu, meskipun jumlah wilayah terdampak berkurang. Hanya Samarahan yang mengalami penurunan indeks kualitas udara.

Pekan lalu, tercatat 11 wilayah di Malaysia terdampak kabut asap akibat karhutla, di antaranya Serian (API 182), Kuching (176), Sri Aman dan Sarikei (158), Mukah dan Sibu (152), serta Samarahan (183). Di wilayah lain, Johan Setia mencatat API 154, Shah Alam 101, Kuala Lumpur 131, dan Putrajaya 104.

Kabut asap ini terjadi menyusul maraknya kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Kementerian Kesehatan Malaysia menyarankan masyarakat yang terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan jika API melebihi 100, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala sesak napas atau batuk yang tidak kunjung sembuh.

Pemerintah Malaysia juga akan meningkatkan pengawasan terhadap penyakit akibat kabut asap, serta memastikan kesiapan fasilitas kesehatan, pasokan obat-obatan, dan tenaga medis.