PALU – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, membuka kegiatan penilaian kompetensi dan potensi seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu Tahun 2026, di ruang rapat Bantaya, Jumat (24/04).

Sekitar 40 peserta yang mengikuti seleksi kompetensi manajerial dan sosial kultural sejak tanggal 24-26 April 2026.

Sementara sekitar 326 peserta akan mengikuti ujian tertulis dan psikotes pada seleksi dan uji kompetensi jabatan administrator pada Senin, 27 April 2026 mendatang.

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menyampaikan bahwa seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan individu-individu terbaik.

Kata dia, proses seleksi tidaklah mudah karena harus menentukan kandidat terbaik dari yang terbaik.

“Kalau dilihat dari penampilannya hari ini, rasanya sulit untuk memutuskan siapa yang terbaik. Bapak ibu yang ikut hari ini adalah orang-orang terbaik, hanya saja dalam prosesnya kadang ada yang berkecil hati,” ujarnya.

Menurutnya, sikap “kecil hati” bukanlah sekadar persoalan emosi, melainkan bentuk ketidakoptimisan dalam memandang masa depan.

Padahal, lanjutnya, tugas dan tanggung jawab yang saat ini diemban oleh setiap peserta sejatinya merupakan bagian dari seleksi yang sesungguhnya.

“Ketika kita mampu menjalankan tugas dengan baik, itu menunjukkan bahwa kita telah melewati satu tahapan seleksi. Karena pada akhirnya, hanya tiga nama yang akan disodorkan kepada saya, dan proses yang dilalui saat ini akan menjadi bagian penting dari penilaian tersebut,” jelasnya.

Hadi berharap agar para pejabat yang nantinya terpilih mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

Hadi menambahkan, standar kinerja yang diharapkan bukan sekadar “baik”, melainkan harus “bagus”.

“Menurut saya, baik itu belum tentu bagus. Tapi kalau sudah bagus, pasti itu baik. Oleh karena itu, jalani proses ini dengan sebaik-baiknya dan siap dengan segala konsekuensinya,” tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa hasil seleksi bukanlah akhir dari segalanya. Bagi peserta yang belum terpilih, diharapkan tidak berkecil hati, melainkan menjadikannya sebagai momentum untuk memperkuat diri dan meningkatkan optimisme.

“Kalau kita terpilih, Alhamdulillah. Kalau tidak, jangan kecil hati. Dari kegagalan itu kita belajar menguatkan diri. Seperti permata, di mana pun berada, Tuhan akan memuliakannya dengan cara-Nya,” ujarnya.

Hadi juga mengajak seluruh peserta untuk tetap berkomitmen membangun Kota Palu, di mana pun posisi dan jabatan yang diemban.

“Yang penting kita komitmen. Ketika dipercaya sebagai pejabat pimpinan pratama, bangun dinas dengan sebaik-baiknya. Kota ini harus maju dan memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat menjalani proses seleksi dengan penuh semangat dan integritas, serta menjadikan momentum ini sebagai upaya memperkuat soliditas tim dalam mendorong kemajuan Kota Palu.

“Saya berharap setelah proses ini, kita menjadi tim yang semakin solid dan mampu membawa perubahan besar bagi Kota Palu. Saya doakan semua diberi kesehatan dan kekuatan, serta hasilnya menjadi petunjuk yang terbaik,” tutupnya. ***