PALU – Seleksi calon Paskibraka Kota Palu Tahun 2026 telah memasuki tahapan ke empat pemeriksaan kesehatan

Hasil tahapan tersebut diumumkan tim kesehatan seleksi calon Paskibraka pada rapat yang dilaksanakan di aula Kantor Badan Kesbangpol Kota Palu, Rabu (08/04).

Sekretaris tim seleksi yang juga Kaban Kesbangpol Kota Palu, Abidin, mengatakan, pemeriksaan kesehatan calon paskibraka melibatkan seluruh Puskesmas yang ada di Kota Palu, dari tanggal 30 hingga 31 Maret 2026.

“Selain mengumumkan hasil seleksi kesehatan kita juga akan melaksanakan rapat persiapan kegiatan tes parade yang akan dilaksanakan pada hari kamis dan jumat 9-10 April besok,” ujarnya.

Abidin menerangkan untuk calon paskibraka yang masuk di tahap tes kesehatan sebanyak 268, dari 271 orang.

Awalnya, kata dia, calon paskibraka yang lulus tes administrasi sebanyak 296 orang. Setelah mengikuti tes ideologi Pancasila yang lulus tinggal sebanyak 280 dengan.

“Passing grade sebesar 70 mengikuti passing grade nasional,” katanya.

Pada tahap tes intelegensi umum, kata dia, dari 280 orang yang mengikuti, namun yang dinyatakan lulus sejumlah 271 orang.

“Ada 9 orang yang tidak memenuhi syarat atau passing gradenya tidak mencukupi,” ujarnya.

Sementara pada tahap tes kesehatan ini, dari 271 orang, tiga di antaranya tidak mengikuti sehingga dinyatakan tidak lulus.

Ketua Tim Seleksi Paskibraka Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, saat memimpin rapat, mengatakan, paskibraka yang terpilih juga mendapatkan penguatan dari BPIP RI dan Lemhanas RI

“Penguatan itu merupakan nilai plus yang dimiliki oleh Paskibraka Kota Palu,” ujar Sekretaris Kota (Sekkot) Palu ini.

Di Provinsi Sulteng, kata dia, hanya Kota Palu yang mendapatkan penguatan seperti itu.

Ia berharap agar seleksi ini dapat dilakukan secara transparan sesuai dengan ketentuan.

“Terkadang setelah hasil diumumkan kebiasaannya adanya rasa ketidakpuasan dari orang tua paskibraka yang tidak lulus. Tentunya ini harus dihadapi oleh tim dengan menjelaskan ketentuan dan persyaratan yang berlaku secara transparan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa tim seleksi tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun dan tetap harus mengacu pada ketentuan.

“Kami berharap Paskibraka tahun ini secara kompetensi akan membuahkan hasil yang baik, baik itu postur tubuhnya berat badannya, performancenya,” harapnya.

Menurutnya, di era sekarang Paskibraka bukan hanya sekadar postur tubuh, tapi juga memiliki wawasan yang baik.