PALU – Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Prof. Saepuddin Mashuri, mengingatkan para lulusan untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan meski telah berhasil meraih gelar sarjana.

Pesan tersebut disampaikan Prof. Saepuddin saat kegiatan yudisium mahasiswa FTIK semester genap Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Kampus II UIN Datokarama, Kabupaten Sigi.

Menurutnya, gelar sarjana bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk terus mengembangkan kompetensi sesuai bidang ilmu yang dimiliki.

“Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan adalah keharusan bagi setiap individu. Seseorang boleh berbangga dengan apa yang telah diraih, tetapi tidak boleh berhenti belajar,” ujar Prof. Saepuddin.

Ia menuturkan, para lulusan merupakan representasi sekaligus ujung tombak UIN Datokarama di tengah masyarakat. Karena itu, mereka dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk kemajuan teknologi digital yang terus berkembang.

Sebagai calon pendidik dan tenaga profesional, kata dia, lulusan tidak boleh tertinggal dalam penguasaan teknologi. Namun demikian, kecerdasan intelektual harus tetap diimbangi dengan integritas dan moralitas yang baik.

“Selain kecerdasan intelektual, menjaga integritas, moralitas, dan nama baik kampus di tengah masyarakat merupakan modal utama untuk meraih kesuksesan,” katanya.

FTIK UIN Datokarama tercatat telah melaksanakan dua kali yudisium dalam periode Mei hingga awal Juni 2026. Yudisium pertama digelar pada 7 Mei 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 43 orang, sedangkan yudisium kedua berlangsung pada 4 Juni 2026 dan diikuti 49 peserta.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik FTIK UIN Datokarama, Dr. Hj. Naima, M.Pd., turut mengingatkan para lulusan agar menjaga marwah almamater dan terus memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.

Ia berharap para alumni dapat menjadi agen perubahan melalui kiprah nyata di bidang pendidikan maupun sosial keagamaan.

“Jaga nama baik UIN Datokarama melalui karya, pengabdian, dan kontribusi nyata di masyarakat,” pesannya.**