Poso — Pemerintah Kabupaten Kabupaten Poso menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-131 di Lapangan Kantor Bupati Poso, Senin (2/3). Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Fikri Marjun.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan bagi kemajuan daerah. Ia menegaskan bahwa peringatan HUT ke-131 ini harus menjadi energi baru untuk mendorong percepatan pembangunan.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, saya mengucapkan Dirgahayu ke-131 Kabupaten Poso. Momentum bersejarah ini menjadi pengingat atas perjalanan panjang pembangunan yang telah ditempuh dengan penuh kerja keras, komitmen, dan kebersamaan seluruh masyarakat. Semoga Poso terus tumbuh sebagai daerah yang maju, aman, dan sejahtera,” ujarnya.
Menurut Gubernur, sebagai salah satu kabupaten tertua di Provinsi Sulawesi Tengah, Poso memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Kekayaan alamnya, mulai dari Danau Poso yang merupakan salah satu danau terdalam di Indonesia, hingga sektor pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, dan energi, menjadi modal utama dalam meningkatkan daya saing daerah.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas capaian pembangunan Kabupaten Poso dalam setahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 meningkat menjadi 74,55 dari 73,65 pada 2024. Peningkatan ini menunjukkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat yang terus membaik.
Di bidang kesejahteraan sosial, angka kemiskinan mengalami penurunan signifikan dari 14,23 persen pada 2024 menjadi 12,90 persen pada 2025, atau berkurang dari 39,63 ribu jiwa menjadi 36,49 ribu jiwa. Penurunan tersebut mencerminkan kerja keras berbagai pihak dalam memperluas akses ekonomi dan perlindungan sosial.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) relatif stabil dan cenderung menurun, yakni 1,67 persen pada 2023, meningkat menjadi 1,77 persen pada 2024, lalu kembali turun menjadi 1,76 persen pada 2025.
Gubernur menegaskan tiga kunci utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pertama, menjadikan data sebagai dasar perencanaan pembangunan agar anggaran dapat digunakan secara efektif dan program tepat sasaran. Kedua, mengedepankan inovasi di setiap perangkat daerah guna meningkatkan kualitas pelayanan. Ketiga, mengutamakan keikhlasan dalam melayani masyarakat sebagai landasan utama pengabdian.

