PALU – Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Ketua Utama Alkhairaat, Habib Sayyid Alwi bin Saggaf Aljufri, Senin (20/04).
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, dengan pembahasan yang banyak menyinggung perjalanan dakwah Habib Idrus bin Salim Aljufri.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sosial lebih banyak mendengarkan kisah-kisah perjuangan Guru Tua dalam membangun pendidikan dan membina umat.
Cerita-cerita itu menggambarkan dedikasi tinggi dalam mendidik santri serta menanamkan nilai-nilai keislaman yang moderat dan toleran.
“Berkah habaib, yang sakit bisa menjadi sehat, yang nakal menjadi lebih baik, yang pintar semakin bertambah pintar. Mereka yang mempermasalahkan nasab para habaib sejatinya belum memahami sejarah panjang perjuangan mereka dalam mendidik umat,” ujar Saifullah Yusuf.
Ia juga menegaskan bahwa sosok Guru Tua merupakan kekasih Allah yang meski telah wafat, namun warisan perjuangannya tetap hidup dan dicintai masyarakat luas.
Mensos mengaku terkesan dengan perkembangan Alkhairaat saat ini, terutama jumlah lembaga pendidikan yang telah mencapai lebih dari 1.700 unit.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari kekuatan nilai spiritual dan keikhlasan dalam perjuangan.
“Kalau melihat jumlah lembaga pendidikan yang begitu besar, ini tentu bukan semata-mata karena kekuatan manusia, tetapi karena pertolongan Allah,” ungkapnya.
Selain itu, Saifullah Yusuf juga memohon doa agar dapat menjalankan amanah dengan baik, termasuk dalam kapasitasnya sebagai Ketua Panitia Muktamar Nahdlatul Ulama. Ia berharap pelaksanaan muktamar dapat berjalan lancar dan membawa kebaikan bagi umat.
Dalam pertemuan tersebut, ia juga menyatakan kesiapan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat Alkhairaat (Abnaulkhairaat) sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan umat.
Sementara itu, Ketua Utama Alkhairaat, Habib Alwi bin Saggaf Aljufri, turut berbagi kisah mengenai pola pendidikan yang diterapkan Guru Tua kepada para santri.
Habib menyampaikan bagaimana Guru Tua mengajarkan nilai toleransi, termasuk dalam menjalin hubungan dengan pemeluk agama lain.
“Guru Tua mengajarkan kita untuk terbuka dan menghargai perbedaan. Bahkan ada tempat-tempat yang pernah beliau kunjungi yang mungkin belum pernah kita datangi hingga hari ini, seperti di Kendari,” katanya.
Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ketua Umum PB Alkhairaat HS Mohsen Alaydrus, Sekjen PB Alkhairaat Jamaludin Mariadjang, serta sejumlah pengurus PB lainnya, Asgar Basir Khan dan Hamdan Ramadio.
Hadir pula Rektor UIN Datokarama Palu, Prof Lukman S Thahir, Rais Syuriah PBNU Prof Zainal Abidin, dan Ketua PBNU Abdullah Latopada.
Silaturahmi ini diharapkan semakin mempererat hubungan antara pemerintah dan lembaga keagamaan, sekaligus memperkuat peran Alkhairaat dalam pembangunan sosial dan pendidikan di Indonesia, khususnya di kawasan timur.

