Sulteng Bergerak Sebut Ada Indikasi Politisasi Dana Stimulan dalam Kampanye

oleh
Penyintas bencana alam di Palu melihat papan pengumuman penerima dana stimulan di Kantor Kelurahan Petobo. (FOTO: IKRAM)

PALU- Koordinator Sulteng Bergerak, Adriansa Manu mengungkapkan adanya Calon Wali Kota Palu yang mempolitisasi bantuan dana stimulan dalam kampanye.

“Kami melihat ada dua calon Wali Kota Palu yang selalu menjual isu dana stimulan sebagai hasil keringat mereka. Kami juga melihat tim-tim sukses mereka gencar melakukan kampanye tak terpuji ini ke publik. Seakan-akan kandidat mereka orang yang berdarah-darah memperjuangan dana hibah dari pemerintah pusat kepada masyarakat luas,” tutur Adriansa, Kamis (22/10).

Ia menyebutkan, proses dana hibah dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp1,9 triliun itu harus ditelisik. Menurutnya, perjuangan memperoleh dana hibah itu juga bukan main-main, bukan sesuatu yang gampang dan bukan lobi-lobi elitis.

“Kami minta para kandidat dan tim sukses masing-masing agar tidak menjadikan isu ini sebagai komoditas politik,” tekannya.

Adrinsa menegaskan, bantuan tersebut merupakan hasil perjuangan panjang para penyintas yang mendesak pemerintah pusat.

“Dimana mereka saat penyintas menderita di kamp-kamp pengungsian? Dimana mereka saat penyintas berjuang di jalan? Saat air mata dan keringat penyintas bercucuran di bawa terik panas matahari. Saat para penyintas berjuang, hingga anak dan pekerjaannya harus ditinggalkan? Kemana mereka saat itu? Harusnya mereka malu,” kesalnya.

Adriansa menjelaskan bahwa para penyintas selama ini berjuang sendiri agar bisa berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk menyampaikan masalah-masalah yang mereka hadapi saat itu.

Bahkan kata dia, para penyintas beberapa kali bertemu langsung dengan Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ir. Rifai, M.BA untuk menyampaikan masalah mereka di pengungsian.

Bahkan kata Adriansa, pihaknya juga intens berkomunikasi langsung dengan Kepala BNPB, Doni Monardo untuk memastikan adanya bantuan yang diperuntukkan untuk membangun kembali rumah warga terdampak bencana di Sulawesi Tengah.

“Jadi, kalau ada Kandidat Wali Kota Palu yang berani mengklaim dana stimulan adalah hasil keringatnya, saya pikir dia telah membohongi publik luas. Kandidat seperti ini bagi kami tak layak bahkan tak pantas memimpin kota yang kita cintai bersama,” ujarnya.

Mestinya kata Adriansa, para calon wali kota ikut berjuang mempercepat penyaluran dana stimulan yang saat ini masih terhenti di Pemerintah Kota Palu, bukan malah melukai hati warga yang sudah menderita.

Atas kejadian itu, Adriansa berharap agar para penyintas benar-benar teliti dan jeli memilih kandidat yang benar-benar jujur, berpihak dan punya kemauan politik menyelesaikan masalah korban bencana di Kota Palu.

Reporter : Ikram
Editor : Rifay

Iklan-Paramitha