Sigi Dikepung Banjir, Bupati: Diduga Akibat Penebangan Liar

oleh
Seorang anak duduk di atas lumpur bekas banjir bandang yang melanda Desa Bangga, Ahad malam. (FOTO: YARDIN HASAN)

PALU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi telah merilis data sementara korban bencana banjir dan kerusakan akibat banjir bandang yang melanda wilayah Sigi, per 29 April 2019 pukul 15.00 Wita.

Di Desa Balongga, Kecamatan Dolo Selatan terdapat 36 unit rumah rusak dan warga yang mengungsi sebanyak 174 jiwa/47 KK. Di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan sebanyak 500 unit terendam lumpur, 551 KK atau 2259 jiwa mengungsi. Di Desa Walatana, Kecamatan Dolo Selatan sebanyak 42 KK yang mengungsi.

Selanjutnya di Desa Omu, Kecamatan Gumbasa sebanyak lima unit rumah hilang terbawa banjir dan 23 unit lainnya terendam, lahan perkebunan seluas 10 hektar, lahan persawahan 10 hektar dan jalan putus sepanjang 10 meter di perbatasan Kecamatan Kulawi dan Gumbasa. Sementara warga yang mengungsi sebanyak 30 KK.

Kemudian di Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa sebanyak lima rumah terendam banjir satu warga Desa Bangga hilang di perkebunan Desa Tuva atas nama H. Bado umur 90 tahun.

Hingga Senin (29/4) pagi, banjir bandang yang menerjang separuh Dusun I dan seluruh Dusun II serta sebagian Dusun III di Desa Bangga, menyebabkan rumah warga terkubur lumpur sampai setinggi atap.

“Kejadiannya tadi malam. Sebagian keluarga baru bisa dievakuasi tadi subuh,” kata Rizal, warga Desa Bangga ketika dihubungi dari Palu, Senin.

Rizal sendiri termasuk korban. Rumah dan seluruh isinya tidak bisa diselamatkan. Keluarganya menyelamatkan diri di atap rumah, dan baru berhasil evakuasi Senin subuh.

Rizal menceritakan pada Minggu siang tanda-tanda akan adanya banjir sudah ada, hanya saja warga belum mengungsi. Banjir besar tiba-tiba langsung menghantam sekitar pukul 19.30 Wita.

“Pada siang itu kami sudah bilang segera mengungsi karena air akan besar, tapi belum ada warga yang mengungsi,” katanya.

Dia mengatakan air bersumber dari Sungai Bangga meluap dan meluber ke hampir seluruh desa disertai lumpur dan material kayu.

Saat ini, ratusan korban banjir bandang yang menyapu sejumlah desa di Dolo Selatan butuh bantuan berupa makanan siap saji dan pakaian layak pakai.

Dia mengatakan sejak Minggu malam hingga Senin pagi, sebagian warga belum makan karena banjir sudah menyapu tempat tinggal mereka beserta barang-barang dalam rumah.

Selain di Dolo Selatan, banjir juga menghantam tiga desa di Kecamatan Gumbasa yakni Omu, Tuva dan Desa Salua.

Dua desa yakni Tuva dan Salua masih sulit dijangkau karena akses jalan terputus akibat terhalang material kayu dan lumpur.

Sejumlah warga dari arah Kulawi, Kabupaten Sigi menuju Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah, nekad berjalan kaki menyusuri kebun masyarakat karena jalan antara Desa Omu, Kecamatan Gumbasa dengan Desa Salua, Kecamatan Kulawi putus total.

Bupati Sigi, Moh Irwan Lapatta bersama Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri, Senin (29/04), turun dan meninjau langsung warga yang terkena musibah tersebut.

Saat ditanya mengenai penyebab banjir tersebut, dia menduga akibat adanya aktivitas penebangan liar. Hal ini terlihat dari material banjir berupa batangan kayu yang sampai ke pemukiman warga.

Sebelumnya, kata dia, pihaknya telah menginstrukan kepada semua desa untuk melakukan penanaman pohon. (RIFAY/HADY)

Iklan-Paramitha